Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2010

Solo Batik Carnival Tampil di Den Haag


KabarInvestigasi-Solo.Solo Batik Carnival (SBC) akan tampil mengikuti Pasar Malam Indonesia, di Den Haag, Belanda, pada 1-5 April 2010 setelah sukses mengikuti karnaval di Singapura beberapa bulan lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta, Purnomo Subagyo, di Solo, Senin, mengatakan SBC tampil di Den Haag atas undangan dari Direktorat Jenderal Informasi Dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Wali Kota Surakarta Joko Widodo, tertanggal 10 Maret 2010.

"Dari Solo yang diundang dalam cara tersebut selain dari SBC juga dari sanggar tari Ira candra Kirana yang akan berangkat dari Solo 30 Maret 2010," katanya.

Peserta SBC yang berangkat ke Den Haag sebanyak enam orang yaitu Yanuar akan tampil memakai kostum bertema Merak Hijau, Muri memakai Dodot Soga, Ningsih memakai Panji Kelana, Uly memakai Dodot Soga, Tami memakai Kelana Merah, dan Kuinta memakai kostum Panji Kuning.

Keenam peserta yang berangkat ke Den Haag itu biayanya ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri, sementara dari sanggar tari Ira Candra Kirana biaya sendiri.

Peserta SBC yang berangkat ke Den Haag juga membawa dua kostum yang dipersiapan untuk foto bersama dengan para pengunjung yang menginginkan gambarnya.

"Berdasarkan pengalaman pentas di Singapura banyak para pengunjung yang tertarik untuk memakai kostum SBC untuk diambil gambarnya, sehingga kami juga membawa dua kostum putra dan putri," katanya.

Pasar Malam Indonesia 2010 di Den Haag sebenarnya yang diundang bukan hanya dari Solo tetapi juga dari Maluku, Sumatra Barat, serta beberapa daerah lainnya.

Fokus kegiatan ini pada promosi budaya pariwisata, perdagangan, investasi, dan kuliner makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

"Melalui kegiatan ini sekaligus akan dimanfaatkan mempromosikan potensi pariwisata di Solo dan daerah sekitarnya, dan kami telah menyiapkan berbagai macam brosur untuk disebar dalam acara tersebut," kata Purnomo. [KI/Antara]



Kunjungi selalu : http://www.kabarinvestigasi.com
Sebagai pembaca setia,suka berita ini.
MOHON DIKOMENTARI!!!!!!!

Minggu, 25 Oktober 2009

Rombongan Jamaah Haji Aceh Nyasar di Madinah


KabarInvestigasi – Makkah. Gara-gara sopir bus tidak tahu arah jalan, satu rombongan jamaah haji dari Kloter 1 Aceh nyasar dan telat di Madinah. Rombongan yang berjumlah sekitar 46 orang tersebut baru masuk Terminal Hijrah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Sabtu (24/10) sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Padahal rombongan lainnya telah masuk ke Terminal Hijrah sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi.

Seperti laporan dari Media Center Haji, Ketua Rombongan dari Kloter 1 Aceh
bernama Teuku Ahmad Dadek mengatakan, kloternya tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah sekitar pukul 21.15 waktu setempat. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Madinah dengan menggunakan bus.
Namun, sopir bus yang membawa rombongannya tidak tahu arah jalan, sehingga bus yang dikemudikannya tidak mengarah ke Madinah, tapi Makkah. Namun, di tengah perjalanan rombongan ini dihentikan petugas kepolisian setempat untuk dicek dokumennya.
Menurut Ahmad, baru diketahui bila arah perjalanan telah kesasar, sehingga kembali balik arah. "Sepanjang perjalanan, sopir bus sering bertanya kepada orang yang dijumpainya," ungkapnya.
Sementara itu sopir yang bernama Ahmad Husen berkewarganegaraan Syiria ini
mengaku telah diperintahkan membawa rombongan ke Makkah bukan ke Madinah. Sampai saat ini rombongan ini telah masuk ke pemondokannya tidak jauh dari Mesjid Nabawi, Madinah.

Pemondokan & Transportasi


Sementara itu, pemerintah Indonesia dalam melayani 207.000 calon jamaah haji telah mengerahkan 836 Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH). Mereka terdiri dari tim kesehatan, tim pengamanan, Media Center Haji (MCH), dan pramuka yang terbagi dalam tiga daerah kerja, yaitu Daker Jeddah, Madinah dan Makkah.

Untuk pemondokan selama di Tanah Suci, jamaah disediakan tempat tinggal yang terbagi dalam dua ring. Ring satu terdiri dari 116 rumah dengan kapasitas 52.408 yang terbagi dalam beberapa wilayah yaitu Jawal, Sulaimanah, Zumaizah dan Misfalah.

Ring dua meliputi Aziziah Zanubiah yang dapat menampung jamaah sebanyak 3 ribu-7 ribu orang dengan 56 rumah, Raudah 2.600-4.700 jamaah dengan jumlah 13 rumah, Bahutmah 2.400-2.700 jamaah dengan 31 rumah, Zuhri 2.500-3.200 jamaah dengan 17 rumah, dan Nuzhah sebanyak 3.000-5.000 jamaah yang terbagi dalam 11 rumah.

Sedangkan jarak dari pemondokan jamaah menuju Masjidil Haram lebih kurang 2 hingga 7 kilometer. Satu gedung rata-rata bisa menampung 200 sampai 300 jamaah dengan kapasitas setiap satu kamar 4-7 orang dengan satu kamar mandi.

Jamaah akan ditempatkan pada 14 sektor yang terbagi dalam 11 sektor biasa dan 3 sektor khusus dengan 71 maktab. "Kita sudah membagi pondokan yang akan ditempati para jamaah dalam beberapa sektor yang sudah disiapkan," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, H Subakin Abdul Mutholib di markasnya di Nafak Malik Fahad, Sisha, Aziziyah, Makkah, Arab Saudi, Minggu (25/10).

Terkait masalah transportasi bagi jamaah Indonesia, Subakin mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sekitar 325 bus untuk mengantar ke Masjidil Haram.

Tahun ini transportasi dipercayakan kepada Muasasah (Konsorsium Penyelenggaraan Haji Arab Saudi), karena dianggap sangat kompeten di bidang itu. Meski demikian, menurut Subakin, PPIH tetap menerjunkan petugas di lapangan untuk memantau dan berkoordinasi dengan Muasasah tersebut.

Saat ini, lanjut Subakin, masalah transportasi haji masih menjadi masalah klasik dan krusial setiap tahunnya. Karena di saat yang bersamaan, jutaan manusia menuju pada satu titik yaitu Masjidil Haram. Namun minus lima hari atau tiga hari menjelang puncak Lebaran Haji, transportasi untuk jamaah ditiadakan.

"Itu dilakukan supaya jamaah bisa lebih fokus mempersiapkan diri melakukan Wujuf di Arafah," terangnya. (KI/SP)


Obama Nyatakan Flu Babi Wabah Darurat Nasional


KabarInvestigasi - New York. Presiden AS Barack Obama menyatakan flu babi (H1N1) sebagai penyakit berjangkit darurat nasional yang harus segera ditangani negaranya dengan antara lain meningkatkan pengerahan layanan di unit gawat darurat di rumah sakit, demikian menurut laporan media.

KabarInvestigasi - New York. Presiden AS Barack Obama menyatakan flu babi (H1N1) sebagai penyakit berjangkit darurat nasional yang harus segera ditangani negaranya dengan antara lain meningkatkan pengerahan layanan di unit gawat darurat di rumah sakit, demikian menurut laporan media.

Menurut laporan New York Times yang mengutip AP, Sabtu, pernyataan wabah darurat nasional itu ditandatangani oleh Obama pada Jumat (23/10) malam dan diumumkan pada hari Sabtu.


Para pejabat lembaga-lembaga kesehatan mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 orang di wilayah AS, termasuk hampir 100 anak-anak, tewas karena flu babi.

Mereka juga menyebutkan bahwa 46 negara bagian di Amerika Serikat telah mengalami kasus flu H1N1 itu.

Dengan dikeluarkannya pernyataan darurat nasional,maka menteri kesehatan AS memiliki kekuasaan untuk menginstruksikan unit gawat darurat di rumah-rumah sakit untuk segera meningkatkan perawatan kepada pasien flu babi.


Rumah sakit juga akan diminta untuk segera memberikan pelayanan segera bagi masyarakat yang memerlukan tindakan agar mereka terhindar dari berjangkitnya flu babi.

Sejauh ini, hanya 11 juta dosis yang telah disebarkan ke departemen-departemen kesehatan, tempat praktek dokter dan tempat-tempat lainnya.

Laporan media itu mengatakan bahwa menurut para pejabat pemerintah, pernyataan darurat nasional itu merupakan langkah untuk membuat keputusan lebih mudah, bukan merupakan reaksi dari perkembangan tertentu kasus flu babi.


Sementara itu, menurut data terakhir dari WHO, hingga 17 Oktober 2009 badan PBB yang mengurusi kesehatan dunia itu ,WHO menerima laporan bahwa selama tahun 2009 sudah 414.000 orang dipastikan --melalui pemeriksaan laboratorium-- terjangkit flu babi.

Selama tahun 2009 ini, menurut laporan WHO, hampir 5.000 orang meninggal karena flu H1N1.
Sebagian besar kasus pasien flu babi hingga meninggal itu terjadi di kawasan Amerika.(KI/SP/BBC)


Sabtu, 24 Oktober 2009

Flu Babi Landa AS


KabarInvestigasi - Houston. Sebanyak 46 negara bagian AS dan Washington D.C. menghadapi kegiatan luas flu ketika penundaan produksi terus menghambat pembagian vaksin flu babi A/H1N1 di seluruh negeri itu, kata seorang pejabat kesehatan AS, Jumat.

"Kami sekarang berada pada tahap kedua wabah influenza," kata Direktur lembaga federal Centers for Disease Control and Prevention (CDC)Thomas R Frieden di Atlanta, pada suatu taklimat.

"Empat-puluh-enam negara bagian melaporkan kegiatan luas," tambahnya.

Data statistik yang dikeluarkan oleh CDC, Jumat, memperlihatkan negara bagian yang tak menghadapi kegiatan luas flu adalah Connecticut, Hawaii, New Jersey dan South Carolina.

Sejak awal penyebaran flu H1N1 pada April dan Mei, menurut Direktur CDC tersebut, lebih dari 1.000 kematian akibat virus itu dan lebih dari 20.000 orang yang dirawat di rumah sakit telah tercatat di seluruh negeri tersebut.

Satu jajak pendapat CDC yang disiarkan Kamis mendapati bahwa satu dari lima anak di AS terserang penyakit mirip flu awal Oktober, dan kebanyakan kasus itu diduga adalah flu babi A/H1N1.

"Kami memperkirakan influenza akan menyebar dalam beberapa gelombang. Kami tak dapat meramalkan seberapa tinggi, seberapa jauh atau seberapa lama gelombang tersebut akan terjadi atau kapan gelombang berikutnya akan muncul," kata Frieden.

Saat rakyat Amerika yang menuntut pemberian vaksin flu H1N1, produksinya molor beberapa pekan setelah jadwal karena vaksin itu tumbuh lebih lamban pada kegiatan yang berdasarkan telur dibandingkan dengan yang telah diperkirakan pembuatnya, sehingga menghasilkan dosis yang lebih sedikit.

"Hingga Jumat, terdapat 16,1 juta dosis di seluruh negara ini, naik dari 14,1 juta pada Rabu," kata Frieden.

"Ini mengecewakan bagi kami semua. Kami sekarang tak berada di tempat yang kami perkirakan. Kami tak berada di dekat tempat yang diramalkan pembuat vaksin".

Akibat penundaan produksi tersebut, pemerintah harus mundur dari perkiraan awal yang optimistis bahwa sebanyak 120 juta dosis vaksin akan tersedia pada pertengahan Oktober.

"Apa yang telah kami ketahui dalam lebih dari dua pekan belakangan ialah bukan hanya virus itu tak dapat diramalkan, tapi produksi vaksin pun jauh dari ramalan yang kami harapkan," kata Frieden kepada wartawan.

Virus flu tersebut harus dikembangkan pada telur ayam dan hasilnya tidak sebanyak yang semula diharapkan, kata beberapa pejabat CDC. "Sekalipun anda mencaci-maki mereka, mereka takkan tumbuh lebih cepat," kata Frieden.

Penyebaran virus H1N1 ditambah penundaan produksi vaksin yang tak dapat diramalkan membuat rumit strategi CDC terhadap gelombang kedua wabah itu.

"Apakah ini akan berlanjut sampai musim gugur dan memasuki musim dingin, apakah itu akan hilang dan kembali pada musim dingin, hanya waktu yang akan memberitahu," kata Frieden.(KI/ANT)


Jumat, 23 Oktober 2009

Kelaparan Hantui Warga Ethiopia


KabarInvestigasi – Ethiopia. Pemerintah Ethiopia nampaknya akan segera meminta bantuan pangan internasional untuk 6,2 juta rakyatnya. Kondisi kelaparan ini sebagai akibat kekeringan berkepanjangan dan musim hujan yang tak menentu.

Program Pangan Dunia (WFP) tengah menghadapi penurunan persediaan pangan dunia hingga AS$ 85 juta di Ethiopia hingga akhir tahun ini.
Lembaga kemanusiaan Oxfam menyerukan sebuah pendekatan baru untuk mengatasi bencana di negeri itu.

Dalam sebuah laporan yang menandai 25 tahun bencana kelaparan yang mengakibatkan sekitar 1 juta warga Ethiopia meninggal dunia, Oxfam mengatakan mengimpor makanan hanya akan menyelamatkan warga Ethiopia untuk sementara waktu namun tidak membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana selanjutnya.

Laporan bertajuk Band Aids and Beyond itu menyerukan negara-negara donor internasional untuk mengadopsi sebuah pendekatan baru yang fokusnya adalah mempersiapkan masyarakat untuk menghindari dan mengatasi bencana.

"Kekeringan tak selalu harus berarti kelaparan dan kemiskinan," kata Direktur internasional Oxfam Penny Lawrence yang baru kembali dari Ethiopia.

"Jika masyarakat mengembangkan irigasi pertanian, lumbung pangan dan sumur-sumur penampungan air hujan maka mereka akan selamat meskipun bencana besar datang menghantam mereka."
Gagal panen

Ethiopia menderita krisis pangan yang menghantam sebagian besar kawasan Afrika Timur dan kawasan Tanduk Afrika.

Kekeringan yang diikuti gagal panen selama empat tahun, diperparah dengan konflik bersenjata, perubahan iklim dan pertambahan penduduk.
Wartawan BBC Mike Wooldridge melaporkan ladang-ladang jagung, yang kering terbakar matahari adalah bukti sebuah krisis yang terus berkembang.
Para petani di kawasan selatan Ethiopia yang paling menderita akibat kekeringan ini mengatakan kepada BBC mereka kini menghadapi kemungkinan kegagalan panen besar-besaran.
Beberapa petani ini sudah berencana menjual ternak mereka yang justru akan semakin memperburuk masa depan kehidupan mereka.

Diperkirakan lebih dari 10 juta orang terkena imbas kekeringan di Ethiopia dan 4,6 juta di antaranya terancam menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Angka-angka ini bisa berubah dengan cepat.

Masalah ini masih ditambah dengan terus meningkatnya harga pangan dengan harga bahan pangan pokok meningkat dua kali lipat di semua tempat.

Bulan lalu Oxfam menyerukan bantuan sebesar AS$ 15 untuk seluruh kawasan Afrika Timur dimana diperkirakan 23 juta orang di tujuh negara terancam kelaparan. (KI/SP/BBC)


Selasa, 20 Oktober 2009

Ilmuwan Temukan Planet Baru di Luar Tata Surya


KabarInvestigasi – Jenewa. Para pakar astronomi mengumumkan penemuan sejumlah planet di luar Tata Surya kita.
Ukuran ke 32 "planet luar" beragam mulai dari lima kali lebih besar dari Bumi hingga 5-10 kali lebih besar dari Jupiter.

Penemuan itu tercapai dengan mempergunakan satu alat yang sangat sensitif pada teleskop berukuran 3,6m milik Observatori Eropa Selatan di fasilitas La Silla, Chile.
Penemuan ini sangat menarik karena ini berarti sangat banyak planet berukuran kecil di galaksi kita.

"Dari hasil penemuan kami, kita mengetahui setidaknya 40% bintang sejenis matahari memiliki planet berukuran kecil. Ini sangat penting karena berarti planet jenis itu ada di mana-mana," ujar Stephane Udry dari Universitas Jenewa di Swiss.

"Yang sangat menarik adalah model untuk memperkirakan planet itu, dan kami menemukan planet-planet tersebut; dan model yang lebih terinci bisa memperkirakan ada banyak planet berukuran lebih kecil seperti bumi."

Pemilihan Ukuran

Dengan penemuan ini sekarang jumlah exoplanet - planet di luar Tata Surya kita - mencapai 400.

Planet tersebut ditemukan dengan mempergunakan serangkaian teknik astronomi dan teleskop, namun kelompok planet terakhir ini ditemukan setelah melalui proses observasi dengan mempergunakan alat spectrometer Harps di La Silla.

Alat pencari Planet berakurasi tinggi ini menerapkan teknik yang kadang disebut sebagai "teknik tidak stabil".

Ini adalah metode pendeteksian tak langsung yang menabrakkan keberadaan planet yang mengorbit dari gravitasi masing-masing sehingga pergerakan satu bintang terbesarnya tampak berdenyut saat bergerak di angkasa.

Ilmu Astronomi saat ini berkembang dengan memanfaatkan kemampuan teknologi yang ada dalam mendeteksi exoplanet, dan sebagian besar yang berhasil ditemukan memiliki ukuran sebesar planet Jupiter dan lebih besar lagi.

Akan tetapi, Harps, berkonsentrasi pada bintang-bintang kecil yang relatif dingin -terkenal dengan sebutan bintang kelas-M - dengan harapan bisa menemukan planet berukuran kecil, yang kemungkinan besar memiliki kemiripan dengan planet berbatu dalam Tata Surya kita.

Dari 28 planet yang memiliki ukurang dibawah ukuran-Bumi 20, kini alat Harps berhasil menemukan 24 - enam berada dalam kelompok yang baru ditemukan ini.

"Ada dua kandidat berukuran lima kali massa-Bumi dan dua berukuran enam kali massa-Bumi," ujar Profesor Udry.

Pendekatan Kombinasi

Sebelumnya Harps berhasil menemukan satu benda yang berukuran dua kali massa-Bumi.

Para ilmuwan yakin tidak ada kehidupan di planet-planet tersebut, dan suhu permukaannya diperkirakan sangat tinggi orbitnya sangat dekat dengan bintang utamanya.

Saat mengumumkan koleksi planet baru ini, anggota tim Harps mengatakan akan mengkonfirmasi serangkaian planet baru, berjumlah sama, dalam enam bulan ini.

Tujuan utamanya adalah menemukan satu planet berbatu di salah satu bintang dengan "zona yang bisa ditinggali", dalam orbit dengan suhu yang memungkinkan keberadaan air.

Para ilmuwan yakin penerapan teknologi lebih baru yang lebih sensitif akan membantu mereka menemukan obyek itu dalam beberapa tahun ke depan.

NASA baru-baru ini meluncurkan teleskop Kepler yang diharapkan bisa menemukan planet seukuran bumi dengan mengamati sinar kecil yang muncul dari satu bintang yang terlihat dari bumi.

Untuk mengkategorikan satu planet diperlukan teknik pengamatan berbeda.
Metode "transit" teleskop Kepler mengungkatp diameter satu obyek, namun pengukuran seperti Harps diperlukan untuk memastikan ukurannya.(KI/bbc)


Rabu, 14 Oktober 2009

Lebih Dari 1 Miliar Orang di Dunia Kekurangan Pangan


KabarInvestigasi – Roma. Badan Pangan PBB mengatakan target menurunkan jumlah penduduk kelaparan di dunia tidak akan tercapai tanpa upaya internasional lebih besar. Laporan tahunan PBB mengenai ketahanan pangan dunia menyebutkan lebih dari satu miliar orang, atau seperenam penduduk dunia, kekurangan pangan.

Badan Pangan Dunia, WFP, mengatakan peningkatan jumlah orang yang kekurangan pangan melamban sampai terjadi krisis ekonomi yang kemudian menaikkan harga pangan dan mengurangi pendapatan.

Wartawan BBC di Roma, David Willey, mengatakan laporan setebal 60 halaman mengenai keadaan pangan yang diterbitkan oleh FAO dan WFP ini sangat kelam.

Laporan badan dunia, FAO dan WFP itu menyebutkan Asia dan Pasifik memiliki jumlah penduduk lapar terbesar, 642 juta jiwa, disusul kawasan Sub-Sahara Afrika sebanyak 265 juta.

Kondisi di Asia Tenggara Membaik.

Laporan itu menyebutkan bahwa bahkan sebelum krisis ekonomi yang kini terjadi, jumlah orang yang kelaparan di dunia bertambah secara perlahan.

Namun krisis ekonomi sekarang membuat kaum miskin semakin sulit menyediakan pangan.
Laporan itu menyebut tiga penyebab. Pertama, krisis ini terjadi di sejumlah besar wilayah dunia secara bersamaan, sehingga cara tradisional untuk mengatasi masalah itu seperti devaluasi mata uang atau kiriman uang dari pekerja di luar negeri tidak bisa lagi membantu.

Penyebab kedua, keluarga miskin semakin kesulitan karena hagra pangan yang tinggi ditambah berkurangnya pendapatan dan sulitnya lapangan kerja.

Ketiga, negara-negara berkembang semakin terintegrasi dengan perekonomian dunia sehingga semakin rentan terhadap perubahan mendadak di pasar internasional.

Direktur eksekutif Program Pangan Dunia, Josette Shiran mengatakan di saat jumlah orang kelaparan di dunia berada di tingat tertinggi, jumlah bantuan pangan malah mencapai titik terendah dalam sejarah.

Dia menegaskan komitmen internasional diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Laporan ini diterbitkan menjelang Hari Pangan Dunia, Jumat besok. (KI/BBC)

Selasa, 13 Oktober 2009

Imigran Sri Lanka Ancam Ledakan Kapal

KabarInvestigasi – Jakarta. Sekitar 260 pencari suaka Sri Lanka yang ditahan di Indonesia mengancam meledakkan perahu kayunya jika angkatan laut memaksa mereka turun.

Menurut kantor berita AFP, seorang juru bicara mengatakan ke surat kabar The Australian bahwa kelompok pencari suaka yang dihentikan dalam perjalanan ke Australia akan meledakan tabung gas dan loncat ke laut untuk menghindari penahanan aparat Indonesia.

"Kami punya tabung gas dan kami mengatakan kepada angkatan laut akan meledakkan kapal dan meloncat ke laut jika mereka berusaha memaksa kami turun dari kapal," kata seorang pria, Alex dikutip The Australian.

Alex mengatakan kepada The Australian , orang Tamil itu mengungsi dari utara Sri Lanka dimana diduga terjadi penyiksaan Tamil di kamp pengungsian.

Menurut Alex mereka masing-masing membayar 15.000 Amerika untuk naik kapal kayu di Malaysia dua pekan lalu sesudah terbang dari Jaffna.

Kapal itu dihentikan di Pulau Krakatau Minggu dinihari menyusul laporan dari Australia.

PM Australia Kevin Rudd dilaporkan campur tangan untuk menghentikan kapal itu termasuk berbicara dengan Presien Susilo Bambang Yudhoyono.

Fasilitas penahanan imigran Australia di Pulau Christmas di Samudra Hindia sudah penuh.

Fasilitas itu dipaksa meningkatkan kapasitasnya sampai 1.400 orang dengan memasang 280 tempat tidur sementara di ruang kegiatan kata seorang pejabat kepaa AFP.

Ancaman peledakan itu muncul setelah lima pencari suaka tewas dan puluhan luka dalam ledakan kapal yang menyelundupkan manusia ke Australia bulan April lalu. Polisi Australia menduga ledakan di kapal dilakukan secara sengaja. (KI/BBC)

Presiden Israel menyatakan Hizbullah telah mengubah Libanon menjadi "tong mesiu"

KabarInvestigasi – Telaviv. Presiden Israel menyatakan Hizbullah telah mengubah Libanon menjadi "tong mesiu" sesudah ledakan di rumah anggota kelompok itu dekat Tyre hari Senin.

Shimon Peres mengatakan, kelompok Islam Syiah itu mencegah negara itu menjalin perdamaian dengan Israel dan kemungkinan menjadi "Swiss di Timur Tengah".

Sebelumnya militer Israel menyiarkan video yang seolah-olah menunjukkan amunisi dipindahkan dari rumah itu sesudah ledakan.

Namun militer Hizbullah dan Libanon menyatakan seorang warga cedera.

Militer dan pasukan penjaga perdamaia di Libanon selatan sedang menyelidiki apakah gedung itu mungkin digunakan untuk menyimpan senjata sehingga melanggar Resolusi PBB No 1701.

Resolusi itu mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah tahun 2006.
Lebih dari 1.200 warga Libanon yang sebagian besar sipil tewas selama konflik 34 hari serta 160 orang Israel yang sebagian besar tentara.

Penduduk di desa Tayr Filsi, yang terletak di selatan jalur Sungai Litani menyebutkan, anggota Hizbullah Abdel Nasser Issa menemukan sebuah roket dekat rumahnya hari Senin.

Dia berusaha melucutinya di gudang dia ketika roket itu meledak.

Namun Selasa malam, militer Israel menyiarkan video yang diambil dari pesawat tak berawak yang dikatakan menunjukkan beberapa roket dikeluarkan dari rumah Issa setelah ledakan.

"Hizbullah mengubah Libanon menjadi tong mesiu," ujar Peres.

"Bukan Israel yang membahayakan Libanin namun Hizbullah seperti Hamas membayahakan Palestina," katanya.

Anggota parlemen dari Hizbullah, Hussein Haj Hassan mengatakan ke kantor berita Associated Press bahwa Israel membesar-besar insiden itu "demi kepentingan politik". (KI/BBC)

PM Australia Minta Bantuan Indonesia


Kevin Rudd melakukan hubungan telepon akhir pekan lalu dan meminta agar pejabat di Indonesia bertindak.

Kapal itu, berangkat dari Indonesia, membawa sekitar 260 pencari suaka asal Sri Lanka, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kapal itu ditahan oleh TNI Angkatan Laut lepas pantai Selat Sunda dan dilaporkan diarahkan menuju pantai di Banten.

PM Rudd mengatakan membicarakan "kelanjutan kerjasama dua negara dalam mengatasi penyelundupan manusia" dalam hubungan telepon kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu lalu.

"Saya tidak mau membuat alasan karena bekerja sedekat ini dengan teman-teman dan patner dari Indonesia untuk mendapat hasil yang kita butuhkan terkait persoalan imigrasi ilegal," kata Rudd, sebagaimana ditulis Associated Press.

Penyelundup manusia kerap kali membawa pengungsi ke Australia dengan kapal laut melewati perairan Indonesia. Kalau kapal itu bisa mencapai perairan Australian maka akan menjadi kapal dengan jumlah pencari suaka terbesar sejak partai kiri tengah Rudd berkuasa tahun 2007.

Rudd Dikritik Terlalu Longgar

Banyak diantara pencari suaka itu dibawa ke pusat tahanan imigrasidi Pulau Christmas, sekitar 2.575 km barat daya ibukota, dimana semua permohonan mereka akan diproses.

Menurut media Australia, pusat tahanan itu hampir mendekati kapasitas maksimumnya menampung 1.200 tahanan.

Pemerintah setempat menyalahkan naiknya gelombang pencari suaka akhir-akhir ini pada berbagai konflik di Afghanistan dan Sri Lanka, serta pada krisis ekonomi.

Partai oposisi Australia mengaitkan naiknya gelombang pencari suaka itu dengan longgarnya kebijakan imigrasi di negeri itu sejak Kevin Rudd menjadi perdana menteri akhir 2007.

Pemerintahan Rudd mengubah kebijakan imigrasi pendahulunya yang banyak dikritik, John Howard, dimana pencari suaka beserta anak-istri mereka ditahan bertahun-tahun di pusat penahanan di Nauru atau Papua New Guinea, sebuah skema yang dinamai "Solusi Pasifik".

Pencari suaka yang kini tiba dengan kapal ditahan di Pulau Christmas, namun menurut kebijakan yang kini berlaku, klaim mereka harus diselidiki, dimana ada tinjauan kasus tiap enam bulan oleh ombudsman (KI/BBC)


Rabu, 07 Oktober 2009

Arab Siapkan Vaksin Flu Babi Untuk Jemaah Haji

KabarInvestigasi - Maroko. Pemerintah Arab Saudi menyiapkan penyambutan tiga juta jemaah yang akan melakukan ibadah Haji di Mekah pada Desmeber mendatang. Kali ini, pemerintah akan waspada dengan pandemik flu babi yang sedang merebak di seluruh dunia.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Ziad Bin Ahmad Memish mengatakan negaranya siap meskipun peringatan ada pada level enam untuk virus A(H1N1). “Arab Saudi memutuskan akan tetap menggelar pelaksanaan ibadah tahunan terbesar di Mekah dan Madinah ini.”

Ziad bin Ahmad memberikan pernyataannya dalam pertemuan regional badan dunia World Health Organisation, yang digelar di Maroko. Dalam pertemuan itu dibicarakan bagaimana menangani ancaman flu babi dalam kegiatan ibadah haji di Mekah sebagai topik utama. Ada 22 menteri kesehatan yang bertemu dalam acara yang dipimpin oleh Magaret Chan.

“Kami menyiapkan empat juta dus vaksin dan rumah sakit untuk menangani flu babi,” ujar pejabat kesehatan Arab Saudi.

Pejabat ini mengatakan tes flu babi dilakukan saat ibadah umroh pada Bulan Ramadan (Agustus-September).”Kami hanya menemukan 26kasus infeksi dari dua juta jemaah.”(KI/RTS)

Iran Dikabarkan Miliki Data untuk Membuat Bom Atom

KabarInvestigasi – Washingtona. Sebuah analisa rahasia yang dilakukan staf lembaga Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyimpulkan Iran 'memiliki informasi yang cukup untuk bisa mendesain dan memproduksi' bom atom. Analisa tersebut dilansir situs The New York Times, Sabtu (3/10) waktu setempat.

Berita tersebut dilansir The New York Times dalam situs mereka beberapa jam setelah Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Mohamed ElBaradei tiba di Teheran, Iran. ElBaradei bakal merundingkan jadwal para pengawas IAEA untuk mengunjungi reaktor pengayaan nuklir baru yang belum selesai di Iran.

Iran berunding dengan enam negara besar di Jenewa, Swiss, Kamis (1/10) lalu. Menurut para pejabat enam negara tersebut, Iran menyetujui secara prinsip untuk mengirim sebagian besar uranium mereka untuk diproses ulang di Rusia dan Prancis.

Dalam analisa yang dilansir The New York Times, IAEA menilai Iran memiliki informasi yang cukup untuk bisa mendesain dan menghasilkan alat peledak nuklir yang bisa bekerja dengan pengayaan uranium.

The New York Times mengutip seorang pejabat senior Eropa yang membeberkan dokumen kesimpulan tersebut. Dalam keterangannya, laporan tersebut ditulis awal tahun ini dan telah direvisi. The New York Times sendiri mengutip seorang pejabat yang mengatakan dokumen tersebut “belum bisa dipublikasikan sebagai dokumen resmi”.

Laporan bertajuk “Kemungkinan Dimensi Militer dalam Program Nuklir Iran” itu menggambarkan sebuah program yang kompleks dari Kementerian Pertahanan Iran. Program tersebut bertujuan mengembangkan alat nuklir yang akan dibawa menggunakan sistem misil Shahab 3.”

Menurut laporan tersebut, program itu dimulai sejak 2002. Dalam laporan itu, disebutkan Iran melakukan riset mendalam dan melakukan uji coba untuk menyempurnakan senjata nuklir seperti membuat detonator tegangan tinggi, menguji tembakan bahan-bahan peledak, dan merancang hulu ledak,” tulis The New York Times. Tapi, tidak disebutkan seberapa jauh hasil uji coba tersebut.

Iran sendiri selama ini membantah tudingan negara-negara Barat yang menyebutkan mereka mengembangkan senjata nuklir melalui program pengayaan uranium negeri Mullah tersebut. Pihak Iran sendiri belum bisa dimintai komentar mengenai laporan tersebut. (KI/RTS)

Senin, 05 Oktober 2009

Dunia Seluler Digunjang Tragedi Bunuh Diri


KabarInvestigasi – Paris. Bisnis telekomunikasi bergoncang setelah 24 orang pegawai France Telecom bunuh diri hanya dalam 18 bulan. Tekanan pekerjaan disebut-sebut sebagai penyebab tragedi itu. Namun France Telecom malah menyalahkan pada BlackBerry.

Pegawai France Telecom yang melakukan bunuh diri terakhir adalah Jean-Paul Rouannet (51) yang bekerja di call centre Orange, anak usaha perusahaan itu. Ia melompat dari jembatan pekan lalu, dan menggenapkan kasus bunuh diri menjadi 24 orang.

Laki-laki itu meninggalkan catatan pada istri serta dua anaknya dan menyalahkan pada tekanan kerja. Dia baru-baru ini dipindahkan dari bagian pencatatan buku besar ke layanan call centre dan customer service.Teman-temannya mengatakan dia tidak berhasil memenuhi target yang ditetapkan dan juga tidak mendapat perhatian perusahaan.


Salah satu raksasa telekomunikasi dunia itu telah dikritisi menyangkut program pemindahan kerja sukarela, pemaksaan pegawai tua untuk pensiun, serta jadwal jam kerja selama 35 jam dalam sepekan yang tidak fleksible.


Selain itu juga ada masalah menyangkut kesehatan pegawai, training yang berulang, serta buntunya dialog karyawan dengan manajemen, sebut ‘Le Nouvel Observateur’, salah satu majalah terkenal Prancis yang terbit pekan ini.


Pemimpin serikat pekerja menyalahkan tragedi besar itu akibat reorganisasi massal di perusahaan tersebut yang melibatkan 10 ribu karyawan atau 10% dari total. Reorganisasi itu menyangkut pemindahan karyawan ke departemen lain sejak 2004.


Selama berbulan-bulan manajemen France Telecom menafikkan bunuh diri itu akibat kelelahan dan tekanan kerja yang telah menjangkiti seluruh pegawai. Namun presiden dan chief executive perusahaan itu Didier Lombard akhirnya mengakui jika telah membuat kesalahan menyangkut naiknya stres di antara pegawai.


Namun salah satu eksekutif di perusahaan telekomunikasi terbesar di Perancis itu menyalahkan tingginya kasus bunuh diri itu pada BlackBerry. Eksekutif itu menyebut rentetan email dari smartphone dan komputer yang membuat pegawai stres.


Kendati Chief Finacial France Telecom Gervais Pellissier tidak menyalahkan secara langsung pada email yang bertubi-tubi yang menyebabkan bunuh diri, tapi ia mengatakan semua perusahaan besar sedang mengalami tekanan besar di era BlackBerry.


Setelah 22 pekerjanya bunuh diri dan 13 orang lainnya gagal melakukan bunuh diri, France Telecom telah melakukan penelitian dengan cermat. Pellissier mengatakan beberapa karyawan merasakan banyak tekanan akibat privatisasi France Telecom. Namun ia menyebut hal itu diperparah dengan teknologi baru yang mengganggu kehidupan pribadi karyawan.


”15 tahun yang lalu, ketika Anda menjadi seorang karyawan menengah di sebuah perusahaan besar, Anda tidak punya ponsel atau tidak ada PC di rumah. Saat Anda sudah kembali rumah, pekerjaan ditinggalkan," katanya.


Sedangkan saat ini BlackBerry telah diplesetkan menjadi CrackBerry
(CanduBerry) karena beberapa penggunanya kecanduan mengecek email secara terus menerus. Akibatnya karyawan akan kesulitan dan kebingungan karena percampuran antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional dibandingkan di masa lalu.

"Masalah ini tidak hanya terjadi di France Telecom tapi merupakan isu masyarakat global, akibat dari cara-cara baru dalam bekerja yang mempengaruhi perilaku pribadi," kata Pellissier.


Meskipun tingkat rata-rata bunuh diri pegawai naik di semua negara maju, tapi korban France Telecom adalah berusia 40 hingga 50-an yang biasa merasakan naik turunnya bisnis telekomunikasi dan internet. Serikat pegawai menyalahkan pada pemindahan pekerjaan yang mencapai 20 kali sejak 2004.


Pegawai France Telecom sejak lama terlindungi dengan bentuk perusahaan sebagai pelayan publik. Namun setelah diprivatisasi pada 2004, perusahaan itu dituduh mengadopsi taktik kotor untuk menyingkirkan pegawai yang tidak diinginkan di perusahaan itu.


Banyak pegawai yang dipindahkan ke bagian call center yang melelahkan, shift kerja malam dengan tekanan berat selain dipaksa bersaing dengan karyawan lain yang duduk di sebelahnya.


Chief Executive France Telecom, Didier Lombard mengatakan awal bulan ini perusahaannya telah menambahkan pengawasan serta menyediakan layanan konseling sebagai salah satu cara preventif menghadapi aksi bunuh diri karyawan. Mudah-mudahan kasus seorang pria menusuk perutnya sendiri saat sedang rapat, serta seorang wanita meloncat keluar jendela tidak terulang lagi. (KI)


Polisi Malaysia Buru Pasutri Pembunuh Anaknya


KabarInvestigasi - Kuala Lumpur. Polisi Malaysia sedang memburu sepasang suami isteri Indonesia yang menghilangkan diri sejak 23 September 2009 dan diduga melakukan penyiksaan terhadap anak laki-laki mereka yang baru berusia dua bulan.

Bayi malang yang dikenali sebagai Muhamad Iman Mohd Sonel itu diduga menjadi korban penyiksaan ibu bapaknya dan meninggal di rumah sakit Kuala Lumpur, Minggu, pukul 15:25 setelah sembilan hari dirawat di ruang gawat darurat (ICU), menurut media massa Malaysia, Senin.

Anak berusia dua bulan itu, menurut keterangan dokter rumah sakit, meninggal dunia akibat pendarahan di kepalanya yang diduga akibat benturan dan ada lebam biru di matanya. Kepala polisi Gombak Abdul Rahim Abdullah mengatakan telah mencari kedua orang tua anak itu, setelah mendapatkan laporan dokter yang mencurigai luka-luka pada anak laki-laki itu. Kedua orang tuanya telah menghilang sejak anaknya masuk ICU.

Polisi akan menyelidiki apakah kedua orang tuanya telah melakukan kekerasan pada anaknya. Berdasarkan cerita tetangga, pada 23 September 2009 pasangan suami isteri Indonesia panik setelah anak mereka dalam keadaan tidak sadar, lantas mendapatkan bantuan tetangga sebelah. Tetangga mereka, Munirah Jamaluddin (25), di rumahnya di Taman Garing Utama, Rawang menceritakan kronologis kejadiannya kepada polisi.

Menurut Munirah, ibu bayi malang itu yang dikenal namanya Asni telah datang ke rumahnya dan memberitahu anaknya diserang epilepsi dan demam panas sejak beberapa hari lalu. Tetangganya mengaku terkejut mendapati matanya dalam keadaan terbuka memandang ke atas.

Setelah itu, ia dan suaminya, Faizal, terus membawa bayi itu ke klinik berdekatan. Ibu bapaknya juga ikut. Dari klinik disarankan dibawa ke rumah sakit Selayang kemudian disarankan ke rumah sakit Kuala Lumpur. Setelah masuk ICU, sepasang suami istri WNI itu menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi (KI)

Sabtu, 03 Oktober 2009

Penyelundup WNI ke Australia Dibayar Rp 1,7 Miliar


KabarInvestigasi –Brisbane. Kasus kedatangan 58 orang warga negara Indonesia (WNI) ke Australia dengan perahu yang diawaki empat orang Indonesia 15 September 2009 untuk mencari kerja baru pertama kali terjadi.

"Mereka mengaku membayar pihak yang mengirim mereka lewat laut ke Australia antara Rp 30 juta dan Rp 40 juta per orang atau total lebih dari Rp 1,740 miliar," kata diplomat senior urusan politik KBRI Canberra, Dupito Darma Simamora, Sabtu (3/10).

Menurut Simamora, seluruh penumpang dan awak kapal WNI itu sudah dipulangkan pihak terkait Australia ke Jakarta dari Pulau Christmas (Pusat Penahanan Imigrasi Australia) dengan pesawat Jumat (2/10) kemarin.

Namun, lanjutnya pengakuan mereka bahwa mereka membayar Rp 30 juta-Rp 40 juta per orang kepada pihak yang membantu mereka berlayar ke perairan Australia pertengahan September lalu itu patut diselidiki Polri karena kejadian ini adalah kasus pertama dalam catatan KBRI Canberra.

Perahu berawak empat orang WNI yang membawa 58 orang pencari kerja asal Jawa Timur ini ditangkap kapal patroli Angkatan Laut Australia, HMAS Larrakia, di perairan sekitar 230 mil utara Broome 15 September 2009. Sebelum dideportasi, mereka sempat ditahan di Pulau Christmas, Australia Barat, untuk menjalani pemeriksaan.

Simamora mengatakan, pemulangan ke-62 WNI itu merupakan hasil kesepakatan pemerintah kedua negara melalui proses pembicaraan yang dilakukan KBRI Canberra dengan instansi-instansi terkait Australia.

"Kita bahas dan sepakati dengan Australia bahwa semuanya dipulangkan," katanya.

Minister Counselor Fungsi Politik KBRI Canberra ini mengatakan, pihaknya melihat kemungkinan adanya unsur penipuan dalam kasus 58 orang asal Jawa Timur ini, karena mereka telah diperdaya jaringan kejahatan perdagangan manusia dengan memanfaatkan "keluguan" mereka.

Menurutnya, kasus ini modus operandi baru dalam kasus perdagangan manusia dan terlihat adanya unsur penipuan yang dilakukan jaringan pelaku perdagangan manusia yang mulai menjadikan WNI sebagai korban.

"Mana mungkin ada orang yang dibawa ke Australia untuk tujuan bekerja tanpa dilengkapi paspor apalagi datang lewat laut," kata diplomat senior yang menamatkan pendidikan sarjananya dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini.

Dikatakan Simamora, penyelidikan Polri itu sangat diperlukan supaya kasus yang menimpa ke-58 WNI ini tidak terjadi lagi di kemudian hari karena di tengah hiruk pikuk aksi kejahatan penyelundupan manusia dengan warga negara lain, Indonesia tak boleh lengah dengan kemungkinan WNI menjadi target jaringan perdagangan manusia.

"Kita sampaikan apresiasi kepada Australia yang bersedia memulangkan para penumpang dan ke-empat awak kapal ke Indonesia namun di sisi lain, sebelum mereka dipulangkan kita periksa juga identitas dan dokumen yang pada mereka untuk memastikan bahwa mereka benar-benar warga negara Indonesia," katanya.

Sejak kasus penyelundupan manusia ke Australia marak dalam 13 bulan terakhir, warga negara Indonesia yang ditangkap dan diadili otoritas hukum negara itu adalah mereka yang menjadi awak dan nakhoda perahu-perahu pengangkut para pencari suaka yang seluruhnya warga negara asing.

KBRI Canberra mencatat setidaknya sudah 70 orang WNI tersangkut kasus kejahatan penyelundupan manusia ini di Australia sejak kapal pengangkut pencari suaka pertama memasuki perairan Australia pada September 2008.

Ke-70 WNI itu adalah nakhoda dan awak dari 24 dari 36 kapal pengangkut pencari suaka yang memasuki Australia sampai 29 September 2009. Total jumlah pencari suaka yang diangkut 36 kapal tersebut mencapai 1.690 orang. (KI/ant)

Tentara Afghan Tembak Mati Tentara AS

KabarInvestigasi – Kabul. Salah seorang tentara boneka Afghanistan yang bertugas menjaga markas gabungan pasukan Amerika Serikat menembak mati seorang tentara AS dan melukai dua orang lainnya saat mereka sedang tidur, kata pejabat provinsi setempat pada Sabtu (3/10).

Shahedullah Shahed, juru bicara gubernur provinsi Wardak, mngatakan bahwa penembakan terjadi setelah tim yang terdiri dari pasukan Afghan dan AS kembali dari operasinya hari Jumat (2/10).

"Kami belum mengetahui motif di balik penembakan tersebut," kata Shahed.

Sedangkan dari pihak NATO, pada hari Jumat (2/10), dalam konferensi persnya, menyatakan telah kehilangan dua orang 'ksatria'-nya dalam serangan di kandang sendiri itu. Namun konferensi pers itu pun tidak memberikan keterangan yang cukup rinci atas insiden tersebut. (KI)

Manusia Karang China Berhasil Sembuh


KabarInvestigasi - Shuimen. Seperti manusia pohon di Bandung, manusia karang ada di China. Laki-laki ini dijuluki seperti itu karena tumbuh cangkang di seluruh tubuhnya, dan saat ini telah berhasil disembuhkan.

Lin Tianzhuan tidak bisa menggerakkan lengan dan kakinya dan merasakan seperti berubah jadi batu.

Laki-laki berusia 38 tahun itu tinggal di Shuimen China barat laut. Akibat penyakitnya itu, ia harus bersembunyi di rumah keluarganya dan takut ke luar rumah.

Tubuhnya mulai ditumbuhi koral terutama di tangan dan kakinya saat berumur 13 tahun. “Tumbuhnya sangat cepat dan tiba-tiba telah ada di seluruh lengan dan kakiku. Aku seperti berubah seperti batu,” katanya.

“Secara perlahan cangkangku makin tipis dan aku tidak bisa membengkokkan lengan atau kakiku,” tambahnya.

Tapi berkat pengobatan dan bedah selama satu tahun oleh dokter serta pakar kulit, kini tinggal bekas luka saja.

Wakil presiden Dermatosis Prevention Hospital Fuzhou Dr Liu Yinghong mengatakan masih perlu radioterapi selama beberapa waktu. “Tapi dia telah membaik,” katanya. (KI)

Israel Tukar Tahanan dengan Sebuah Video


KabarInvestigasi –Gaza. Israel akan melepas sekelompok tahanan perempuan untuk ditukar dengan sebuah rekaman video dari seorang tentara Israel, Gilad Shalit.

Rekaman video itu belum diumumkan kepada khalayak namun menurut media Israel rekaman dibuat baru-baru ini dan menunjukkan Shalit dalam pakaian sipil dan nampak sehat.

Prajurit berusia 23 tahun ini ditangkap pasukan militant Hamas dalam sebuah serangan tiga tahun lalu.

Pengamat menyatakan pertukaran ini merupakan terobosan besar dalam hampir tiga tahun setelah pembicaraan damai yang ditengahi Mesir.

Penengah asal Jerman juga bergabung dalam pembicaraan itu, berlangsung antara Hamas dan Israel, Juli lalu.

Para tahanan perempuan Palestinina ini digambarkan sebagai tahanan biasa, yang memang sudah mendekati masa akhir tahanan mereka.

Tahanan pertama dibebaskan Rabu lalu dan berikutnya akan dibebaskan Jumat ini.

Rekaman 'asli'

Meskipun rekaman tersebut belum diserahkan pada pihak berwenang di Israel, isinya suah banyak diberitakan oleh media Israel.

Diduga rekaman itu dikirim ke Mesir melalui utusan Hamas.

Seorang pejabat resmi Israel mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa penengah asal Jerman telah melihat rekaman itu dan yakin kalau isinya merupakan gambar baru Gilad Shalit, yang kini ditahan di Gaza.

Abu Mujahed, seorang juru bicara untuk salah satu kelompok dalam Hamas yang terlibat dalam penahanan Shalit, mengatakan rekaman video sepanjang sekitar semenit itu menunjukkan dirinya "masih hidup dan bergerak", demikian dilaporkan Reuters.

Rekaman ini merupakan gambar pertama yang menunjukkan tentara itu selama dalam tahanan. Sebuah rekaman suara dan tiga pucuk surat sudah pernah dirilis sejak dia ditangkap tahun 2006, yang terbaru pada tahun 2008.

Hamas sebelumnya tidak pernah membolehkan Komisi Internasional Palang Merah memverifikasi keberadaan Shalit.

Kelompok militant ini, yang mengontrol Gaza, menuntut pembebasan sedikitnya 1.000 tahanan Palestina sebagai ganti pembebasan tentara Israel itu.

Presiden Israel Shimon Peres memperingatkan bahwa upaya pembebasan Shalit akan merupakan upaya yang sulit dan makan waktu lama.(KI/BBC)

Turki Selidiki Organisasi Rahasia Pembantai Kurdi

KabarInvestigasi – Ankara. Pengadilan Turkiakan melakukan penyelidikan mendalam terhadap eksistensi sebuah organisasi intelijen di dalam Gendarmerie yang diduga melakukan ratusan pembunuhan di wilayah tenggara negara Muslim ini.

Keputusan untuk menanyakan pada Staf Jenderal mengenai eksistensi dan fungsi Pusat Intelijen dan Kontraterorisme Gendarmerie (JITEM) keluar dalam persidangan terhadap 11 mantan anggota teroris Partai Buruh Kurdistan (PKK), kelompok penjaga desa dan agen intelijen sipil, yang beralih menjadi informan.

JITEM didirikan oleh mantan mayor jenderal Veli Kucuk, yang dipenjara menyusul penangkapannya dalam sebuah razia polisi untuk menghancurkan operasi Ergenekon. Menurut Murat Belge di Universitas Bilgi, Istanbul, JITEM dikatakan sebagai sayap militer dari organisasi teror bawah tanah Ergenekon.

Abdulkadir Aygan, mantan anggota PKK dan kemudian menjadi anggota JITEM, mengaku kepada media pada tanggal 19 Januari bahwa ketika mantan Kolonel Abdulkerim Kirca menjadi pimpinan JITEM di Diyarbakir, unit tersebut melakukan lusinan eksekusi di propinsi tenggara Turki. Keesokan harinya Kirca ditemukan bunuh diri.

Aygan mengklaim bahwa JITEM telah mengeksekusi sekitar 600 hingga 700 warga Kurdi di tahun 1990an, dan menambahkan bahwa “operasi-operasi JITEM selalu berakhir pada kematian. Mereka yang dilaporkan pada JITEM memiliki hubungan dengan PKK pasti dieksekusi.”

Ini ketika aktivis Kurdi menuntut agar sumur-sumur asam BOTAS, perusahaan petroleum Turki, dikosongkan, karena mantan anggota Ergenekon mengklaim bahwa JITEM membuang beberapa korbannya di sana.

JITEM menjadi subyek penyelidikan parlementer dalam skandal Susurluk ketika hubungan antara pemerintah Ankara, angkatan bersenjata, dan kejahatan terorganisir mencuat di puncak konflik Turki-PKK pada pertengahan tahun 1990an.

Turki berada di peringkat kedua setelah Rusia dalam daftar negara dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia terbanyak yang dibuka di Pengadilan HAM Eropa dengan jumlah 9.000 kasus.

Dua pertiga dari aplikasi yang diajukan ke pengadilan Eropa terkait pelanggaran terhadap peradilan yang adil dan hak kepemilikan. Saat ini terdapat 440 kasus terbuka melawan Turki yang berhubungan dengan penyiksaan, perlakuan buruk, serta pelanggaran hak hidup.

Menurut statistik dari Kementerian Luar Negeri, Turki didenda sebesar 33 juta euro dalam 567 kasus yang berbeda antara tahun 1990 – ketika Turki mengijinkan aplikasi individual ke pengadilan Eropa – hingga 2006. Mayoritas dari kasus-kasus ini terkait dengan peristiwa yang terjadi di Anatolia tenggara ketika mereka mendeklarasikan bahwa wilayah tersebut berada dalam keadaan darurat. Keadaan ini secara resmi diterapkan di wilayah tersebut antara bulan Juli 1987 hingga November 2002 akibat aktivitas teroris yang dilakukan oleh PKK.

Turki telah banyak mendapat denda akibat pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah tenggara saat itu, di mana JITEM aktif beroperasi. JITEM kini muncul lagi dalam agenda Turki setelah mantan Kolonel Arif Dogan ditahan dalam investigasi terhadap Ergenekon, sebuah jaringan kriminal yang diduga merencanakan kudeta terhadap pemerintah.

Dogan mengakui dalam proses interogasi bahwa ia adalah pendiri dan pimpinan JITEM. Geng Yuksekova adalah sebuah organisasi ilegal yang dibentuk di distrik Yuksekova, Hakkari, dan dipimpin oleh tiga petinggi militer dan sejumlah politisi yang menyelundupkan obat-obatan serta senjata. Aktivitas geng ini – yang pertama kali terungkap tahun 1996, menyebabkan nama JITEM disebut dalam catatan pengadilan untuk pertama kalinya – hanyalah satu bagian dari sejumlah aktivitas JITEM yang telah diajukan ke pengadilan Eropa, yang mana menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian Turki.

Dogan merupakan salah satu tersangka yang diadili dalam kerangka Geng Yuksekova.Meskipun pengadilan lokal berulangkali menjatuhkan hukuman penjara kepada para anggota geng, semua hukuman itu dibatalkan oleh Pengadilan Agung Banding. Pengadilan Eropa kemudian mendenda Turki sebesar 103.000 euro untuk keputusan mereka atas geng tersebut.

Dogan juga disebut-sebut dalam investigasi pembunuhan penulis Kurdi, Musa Anter, yang pada tahun 1992 dibunuh ketika berusia 72 tahun di Diyarbakir, di mana ia datang untuk menghadiri sebuah festival. Abdulkadir Aygan, seorang mantan teroris PKK yang beralih menjadi anggota JITEM selama 10 tahun, menjelaskan bertahun-tahun setelah kasus Yuksekova bahwa salah satu kelompok JITEM, yang dikendalikan oleh Dogan dan Cem Ersever (yang kemudian juga dibunuh oleh geng Ergenekon tahun 1993), membunuh Musa Anter tahun 1992 di kamar hotelnya. Aygan juga berada bersama kelompok yang membunuh Anter itu. Turki dinyatakan bersalah 14 tahun setelah pembunuhan itu terjadi dan diperintahkan oleh pengadilan Eropa untuk membayar denda sebesar 28.500 euro di tahun 2006. (KI/SM)

Jumat, 02 Oktober 2009

Terungkap, Pembuat Polling Pembunuhan Obama


KabarInvestigasi – Jakarta. USSS (US Secret Service) telah mengidentifikasikan orang yang berada dibalik polling Facebook yang menanyakan apakah Presiden AS Barack Obama harus dibunuh.

Pembuat polling itu ternyata remaja belia. Remaja itu hingga kini tidak dikenakan tuntutan menyangkut kasus itu.
"Kami telah mengidentifikasi individu yang membuat posting polling itu," kata Ed Donovan, jubir USSS.

"Kami mewawancarai didepan orangtua mereka. Tidak ada niat yang disengaja oleh remaja ini. Kami hanya mencirikannya sebagai kesalahan," kata Donovan.


Facebook dengan cepat menghapus polling yang berjudul, "Haruskah Obama dibunuh?". Tapi lebih dari 750 pengguna Facebook dilaporkan telah memberikan suara sebelum polling itu ditarik dari komunitas jejaring sosial online yang sangat popular itu.


Polling tersebut dibuat akhir pekan dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga. Jubir Facebook, Schnitt Barry mengatakan karena menggunakan software yang dikendalikan oleh pengembang luar, Facebook harus mematikan programnya untuk menyingkirkan polling itu. Aplikasi itu tetap dinonaktifkan hingga pengembang menjamin adanya kebijakan dan prosedur baru untuk menangani masalah semacam itu di masa depan, kata Schnitt.


Sulit Dicegah

Sementara itu, Bumba Labs LLC produsen pembuat software survei di Facebook, sedang mencari cara agar polling yang bertanya apakah Presiden Barack Obama harus dibunuh tidak kembali terulang.

Facebook harus menarik seluruh aplikasi survei kemarin, hingga Bumba Labs LLC menghapus polling pembunuhan Obama.


Mekanisme pengaturan survei tidak bekerja cukup cepat, kata Jesse Farmer, chief executive officer Bumba Labs mengatakan dalam wawancara.


USSS (United States Secret Service) kemarin mengatakan bahwa ada ancaman terhadap orang-orang yang dilindungi termasuk menyelidiki polling Obama.


Farmer yang bekerja sama untuk kampanye kepresidenan Obama, mengatakan user Facebook menggunakan program polling miliknya dan menciptakan 10.000 survei setiap harinya. Software polling itu telah diaktifkan kembali di Facebook.


"Kami berkomitmen untuk bertindak secara bertanggung jawab dan bereaksi cepat untuk mencatat hal-hal yang melanggar kebijakan kami serta akan terus memperbaiki kebijakan, prosedur dan waktu respon di daerah ini," kata Barry Schnitt, Jubir Facebook yang berbasis di Palo Alto, California.


Bumba Labs yang berlokasi di San Francisco Bay Area dan memiliki empat karyawan, mulai membuat polling pada bulan Juni lalu. Aplikasi tersebut telah memiliki 4 juta user bulan lalu. Polling menyangkut semua topik, mulai dari politik hingga tempat-tempat favorit.


Farmer mengatakan mencegah polling pembunuhan Obama tidak akan semudah menyortir survei lewat kata kunci seperti kill atau murder. Karena kedua kata tersebut dapat digunakan dalan frase kalimat yang tidak dimaksudkan untuk menyakiti orang seperti dalam kalimat company killing product line, katanya.[ito] (###)

INGIN MENDAPATKAN DOLAR?.........SAYA SUDAH BUKTIKAN!!!!!!!!!!!
Caranya?
Klik semua Iklan PTC Atau Banner di Bawah ini satu persatu, kemudian Daftar....( Gratis Bro ).....Setelah Daftar Log In.....
Setelah Log In........Klik View Ads......Kemudian Klik Link satu per satu....tunggu sebentar.......Setelah paling atas muncul tulisan ( CLICK "9" ) klik angka nomor 9 dan seterusnya.......Dolar sudah kita dapat Bro.....gampang kan?........

Untuk mencairkan Dolar yang sudah kita dapat, kita harus mempunyai rekening PAYPAL. Daftar Paypal disini