Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

PG.REJO AGUNG BARU MENUJU PERUSAHAAN TERBAIK


KabarInvestigasi-Madiun. PG.Rejo Agung Baru adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1894 , sebagai anak perusahaan NV.Handal MT.Kian Gwan , yang kemudian menjadi Oei Tiong Ham Concern , sebagai induk perusahaan dengan status kepemilikan 100% swasta , baru kemudian pada tahun 1961 seluruh perusahaan di nasionalisasi oleh pemerintah RI untuk selanjutnya di operasionalisasi sebagai perusahaan tetap berjalan di bawah pengawasan menteri dan Jaksa Agung RI.

Sebagai Group dari PT.Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) , saat ini PG.Rejo Agung Baru (RAB) membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan yang layak untuk di sebut terbaik , pasalnya gebrakan itu di buktikan dengan kinerja dan prestasi yang cemerlang dari tahun ketahun.

Sementara itu sebagai perusahaan BUMN yang berdiri di kota Madiun , PG.RAB juga berempaty terhadap program - program nasional dan daerah , salah satunya yakni kepeduliannya terhadap program bedah rumah yang di adakan oleh Pemkot Madiun , PG.RAB membongkar rumah warga yang sudah tidak layak huni , dengan dana perusahaan untuk mewujudkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar pabrik dan penduduk kota Madiun yang masuk dalam rumah tangga sasaran(RTS).

PT .RNI sebagai induk perusahaan ( Holding Company) saat ini memilikin 15 anak dan 3 cucu perusahaan yang beroperasional di 35 kantor cabang , 10 PG,1perusahaan obat,kelapa sawit dan perkebunan teh.PT.RNI merupakan perusahaan transformasi pada 12 oktober 1964 dari konglomerat pertama di Indonesia Oei Tiong Ham concern.

Bidang usaha utamanya adalah agro industri,farmasi dan alat-alat kesehatan juga perdagangan,dengan visi menjadi perusahan terbaik dalam bidang agroindustri, perdagangan umum , farmasi serta siap menghadapai tantangan dan unggul dalam kompetisi lokal maupun global dengan bertumpu pada kemampuan sendiri.

Sedangkan Misi PT.RNI , menjadi badan usaha dengan kinerja terbaik dalam bidang agro industri, farmasi dan perdagangan umum yang di kelola secara profesional dan inovatiforientasi pada kualitas produk pelayanan pelanggan yang yang prima (Excellent Costumer service) sebagai karya sumber daya manusia yang handal, mampu tumbuh dan berkembang serta memenuhi harapan pihak-pihak berkepentingan.(KI/Aan)




Kunjungi selalu : http://www.kabarinvestigasi.com
Sebagai pembaca setia,suka berita ini.
MOHON DIKOMENTARI!!!!!!!

Selasa, 12 Januari 2010

55 Lembaga Menggunakan Fasilitas Gedung Baru


KabarInvestigasi-Madiun. Salah satu upaya pemerintah pusat untuk membantu mendanai kegiatan yang menjadi urusan daerah dan merupakan prioritas nasional, khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat yaitu dengan menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN. DAK bidang pendidikan dialokasikan untuk menunjang pelaksanaan Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar 9 tahun yang bermutu. Kegiatannya diarahkan untuk: (a) rehabilitasi gedung/ruang kelas SD/SDLB, MI/Salafiyah termasuk sekolah-sekolah setara SD; dan (b) peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar.

Sebanyak Lima puluh lima lembaga Sekolah dasar (SD) di kota madiun jawa timur saat ini siap menggunakan fasilitas gedung baru , pasalnya ke lima puluh lima lembaga penerima dana dak 2009 tersebut telah selesai melakukan rehab gedung , yang akan di tandai dengan acara penyerahan pada tanggal 15 january 2010.



Para tenaga Pendidik SDN Kartoharjo 02 kecamatan kartoharjo Kota Madiun , sebagai salah satu lembaga penerima Dak , mengaku sangat merasakan manfaat dari Program DAK tersebut , pasalnya pertama akan membantu meningkatkan proses belajar mengajar , manfaat lain yakni siswa lebih termotivasi belajarnya karena ruangan yang nyaman dan bersih.



Suhadi , Spd.Kepala sekolah SDN Kartoharjo 02 yang juga sebagai koordinator pelaksanaan DAK 2009 kota Madiun mengatakan , pada tahun 2009 dana DAK yang di terima kota Madiun sebanyak 11, 5 milyar yang di bagi 55 lembaga di tiga kecamatan , yakni kecamatan Kartoharjo, Manguharjo dan kecamatan Taman .



Masih menurut Suhadi , tugas sebagai koordinator bukanlah tanggung jawab yang kecil , dan harus mempunyai skill khusus , pasalnya harus bisa berkomunikasi dan sharing dengan berbagai elemen , baik dari dinas pendidikan ,kalangan Lsm dan rekan-rekan wartawan ,di samping itu juga di perlukan konsentrasi yang tinggi karena harus bisa menyelesaikan tugas -tugas terkait pelaksanaan proyek ,"karena ini amanah saya sangat bersyukur dan legowo , sisi positfnya saya jadi bisa lebih sering sharing dengan dinas ," ujarnya.(12/01).



Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kota Madiun , Sukarman , beberapa waktu yang lalu saat di konfirmasi mengatakan , semua pelaksanaan program Dak tersebut sepenuhnya di serahkan kepada lembaga masing-masing ,"itu sepenuhnya adalah tanggung jawab lembaga penerima Dak,"jelasnya



Kepala bidang (kabid) pendidikan dasar , Hari Suryono juga menegaskan bahwa pelaksanaan proyek rehab gedung adalah bersifat swakelola , "sehingga pelaksanaan di lakukan sendiri oleh lembaga sekolah , jadi dinas hanya memantau pelaksanaan baik secara administrasi dan fisik ,"tegasnya. [ KI / Aan ]


Kunjungi selalu : http://www.kabarinvestigasi.com
Sebagai pembaca setia,suka berita ini.
MOHON DIKOMENTARI!!!!!!!

Jumat, 23 Oktober 2009

Jajikan Inovasi Baru Untuk Bidang Perikanan


Nama Fadel Muhammad, pria kelahiran Ternate, Maluku Utara, 57 tahun lalu ini, menjadi satu dari tiga kader Partai Golongan Karya (Golkar) yang terpilih mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu ke-2 di Cikeas, Bogor, Senin (19/10). Rabu (21/10) malam, diapun ditunjuk untuk menempati posisi Menteri Perikanan dan Kelautan.

Dia kemudian berjanji untuk melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan produksi perikanan. Berikut setumpuk tugas yang harus diselesaikan.
Jumlah penduduk miskin Indonesia yang mencapai lebih dari 30 juta jiwa, 60 persen di antaranya terkonsentrasi di wilayah pesisir. Sudah sepantasnya jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tantangan bagi Menteri Kelautan dan Perikanan baru untuk menyejahterakan penduduk wilayah pesisir yang mayoritas adalah nelayan kecil.

Data dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), kurang dari lima persen nelayan di tanah air memiliki kapal di atas 100 Gross Ton (GT). Sementara jumlah nelayan yang memiliki perahu yang tidak bermotor mencapai lebih dari 60 persen.

Ia mengaku diberi arahan oleh Presiden untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan kaum nelayan. Selain itu, Fadel juga diminta untuk memperhatikan sumber daya alam yang tersedia, demi kemajuan daerah pesisir dan terbelakang.
"Hal yang pokok adalah supaya bagaimana terutama rakyat kecil di pesisir dan nelayan meningkat pendapatannya," ujar dia.

Kepiawaian insinyur teknik fisika lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dalam membuat program pertanian, kelautan dan perikanan selama menjabat sebagai Gubernur Gorontalo menjadi alasan bagi Presiden untuk menugaskan dirinya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2009-2014.

Pria yang juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini menilai bahwa produksi perikanan di tanah air masih sangat rendah.
Karena itu, jika ia mendapat kepercayaan untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan selama lima tahun ke depan, maka pria yang memperoleh gelar Doktor Ilmu Administrasi Negara dengan predikat Cum Laude dari Universitas Gadjah Mada ini mengatakan dirinya akan berupaya meningkatkan produksi perikanan dengan menciptakan berbagai inovasi baru.

Saat ditanyakan perihal peluang kewirausahaan di bidang kelautan dan perikanan, pria yang telah mengantongi sedikitnya 34 penghargaan selama dua periode menjabat menjadi Gubernur Gorontalo ini mengatakan peluangnya sangat besar.

Gorontalo, provinsi yang telah ia pimpin selama kurang lebih delapan tahun, menjadi contoh nyata dari perjuangnya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan meningkatkan produksi perikanan dari 23.000 ton menjadi 100.000 ton per tahun.

Tantangan yang diterima Fadel semakin semakin lengkap, saat orang nomor satu di negeri ini memintanya untuk mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara maritim yang besar.
"Bagaimanapun juga perlu ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik dengan angkatan laut, dan perhubungan agar penugasan saya berhasil dan jelas di masa datang," kata Fadel.
Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia berdasarkan catatan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mencapai 17.480 pulau, 92 di antaranya adalah pulau-pulau terluar. Satu di antaranya --Sebatik-- berbatasan langsung dengan negara lain, yakni Malaysia.

Hingga saat ini, baru 4.981 pulau milik Indonesia yang tercatat dalam "United Nations Group of Experts on Geographical Names/UNGEGN) pada 2007. Pemerintah menargetkan jumlah pulau yang terdaftar bertambah menjadi 11.000 pada 2012, dan selesai seluruhnya pada 2017.

Pro dan Kontra

Terpilihnya pria bernama lengkap Fadel Muhammad Al-Haddar sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan putra Papua Freddy Numberi mendapat dukungan sekaligus tentangan.

Pengamat dari Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim, Suhana berpendapat, penunjukan penerima anugerah Piala Abadi untuk Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2004-2006 ini sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan akan lebih baik dibanding pendahulunya Freddy Numberi.

"Bisa lebih baik dibanding yang sebelumnya, karena dia punya pengalaman dalam membangun kelautan di kawasan timur khususnya di Teluk Tomini," ujar Suhana.
Suhana juga mengharapkan agar Ketua Dewan Jagung sejak tahun 2004 ini dapat meningkatkan akses masyarakat pesisir atas sumber daya perikanan dan industrialisasi pengolahan ikan.
Ia juga berharap Fadel sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan terpilih untuk periode 2009-2014 tidak membuat industrialisasi penangkapan ikan.

Sementara Sekjen Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik yang memang selalu bersuara keras kepada pemerintah khususnya departemen yang menaungi sektor kelautan dan perikanan, mengaku tidak terlalu puas dengan pemilihan Fadel yang berlatar belakang politisi.

Ia hanya berharap penerima "Lee Kuan Yew Fellowship Award" atas jasanya di bidang kerjasama dalam meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara ini dapat lebih mengedepankan kepentingan masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan miskin.

BIODATA

Nama: Fadel Muhammad
Tempat, tanggal lahir: Ternate, 20 Mei 1952
Pendidikan: Fakultas Teknik Industri, Departemen Teknik Fisika ITB, (1978)
Doktor Ilmu Administrasi Negara (predikat Cum Laude), Universitas Gadjah Mada (2007)
Kursus-kursus Manajemen dan Leadership baik di dalam maupun di luar negeri
Pengalaman kerja/usaha:
Dunia Usaha: President dan Chairman dari beberapa perusahaan lokal dan joint ventures dengan perusahaan international sejak tahun 1985.
Profesi: Anggota Dewan Pertimbangan KADIN INDONESIA sejak 2003

Pendidikan:
Dosen untuk mata kuliah Seminar Kewirausahaan di FE Univesitas Trisakti Jakarta (1998 – 2000)

Mengajar pada program Doktor di Universitas Negeri Makasar untuk mata kuliah
Manajemen Adminitrasi Publik dan Birokrasi (2007 – 2008)
Memberikan ceramah/kuliah umum pada berbagai Program Pasca
Sarjana di sejumlah universitas untuk topik Kewirausahaan dan New Public Management
Pemerintahan:
Gubernur Provinsi Gorontalo (periode 2001 – 2011)
Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (periode 2003 – 2007)
Ketua Dewan Jagung Indonesia (periode 2004 - )
Legislatif: Anggota MPR-RI sejak 1992-2004.
Politik:
Pengurus Inti DPP Partai Golkar sejak 1989 – 2004.
Ketua DPD Partai Golkar periode 2005 – 2010.
(kabarinvestigasi)
Syarafudin pattisahusiwa



Selasa, 20 Oktober 2009

Menteri Wanita dari Keluarga Achmad Tahir


Linda Agum Gumelar, putri Minang asal Kota Pariaman, Sumatra Barat diproyeksikan menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
Jika itu terwujud maka Linda menjadi orang ketiga dalam keluarga besar Achmad Tahir yang dipercaya sebagai menteri.

Sebelumnya, bapak Linda, Letjen (Purn) TNI-AD Achmad Tahir adalah Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) 1983-1988 di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Kemudian suami Linda, Jenderal TNI (Purn) TNI-AD Agum Gumelar pernah menduduki tiga posisi menteri yakni, Menteri Perhubungan dua periode (1999-2001) dan (2001-2004) serta Menkopolkam selama dua bulan pada 2001.

Jika Linda dipercaya menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden Yudhoyono pada kabinet Indonesia Bersatu jilid II, maka akan menjadi orang ketiga di keluarga besar Achmad Tahir yang menjadi Menteri.

Diproyeksikan Linda sebagai menteri, kini menjadi buah bibir di kampung halamannya, Nareh, Pariaman yang termasuk daerah terkena gempa 7,9 SR pada 30 September 2009.

"Kini ibu Linda jadi perbincangan masyarakat Nareh karena telah membanggakan kampung halaman sebagai tokoh wanita Indonesia yang diproyeksikan menjadi menteri," kata Yustinar, Kepala Desa Nareh.

Ia menambahkan, jika Linda Agum Gumelar dilantik menjadi menteri maka beliau adalah orang Nareh pertama yang menjadi menteri dan ini sangat membanggakan orang di kampung halaman.

Wanita bernama lengkap Linda Amalia Sari ini sekarang menjabat Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang merupakan federasi dari organisasi kemasyarakatan wanita Indonesia, periode 2004-2009.

Dihubungi Hatta Rajasa

Istri mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar ini, turut mengikuti seleksi calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Tanpa didampingi suami, Linda Agum Gumelar datang ke kediaman pribadi Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10).

Ia mengaku dipanggil Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, bukan Susilo Bambang Yudhoyono atau Wakil Presiden terpilih Boediono.

"Saya dipanggil jam 11.00 malam, Sabtu (17/10). Saya kaget, tapi ikuti saja dulu," terang Linda seusai bertemu SBY-Boediono di kediaman SBY, Minggu.

Pemanggilan menjadi calon menteri ini saat dikonsultasikan dengan sang suami rupanya tak bertepuk sebelah tangan. Agum Gumelar memberi restu atas langkah Linda Agum Gumelar membantu pemerintahan SBY-Boediono. "Saya datang ke sini Pak Agum tahu. Dan kami semua bersyukur," paparnya.

Saat bertemu dengan SBY, Linda menyatakan, pembicaraan dengan SBY dan Boediono berkisar masalah kinerja yang akan diemban dalam lima tahun mendatang. Perihal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan menjadi fokus pekerjaan Linda ketika bersama-sama dalam kabinet SBY-Boediono. Atas pembicaraan tersebut, Linda diperkirakan akan menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Presiden memberikan arahan bagaimana bisa meningkatkan pemberdayaan perempuan sebagai mitra kaum pria. Begitu juga perlindungan anak yang perlu ditingkatkan," terangnya.

Anak Keluarga Militer yang Pekerja Keras

Keluarga Linda berlatar belakang militer. Linda adalah anak keempat dari enam bersaudara pasangan Jenderal (Purn) TNI Achmad Tahir, mantan Gubernur AKABRI dan Rooslila Simanjuntak.

Linda aktif sebagai Ketua Kowani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Payudara, dan Dewan Pembina Yayasan Onkologi Anak Indonesia.

Sebagai Ketua Kowani sejak 1999, Linda mengetuai sebuah organisasi besar yang menaungi 78 organisasi wanita di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota 30 juta orang lebih.

Linda dituntut kerja keras memperjuangkan nasib perempuan sebagai Ketua Kowani. Menurutnya, masalah perempuan di Indonesia sangatlah kompleks, mulai dari kekerasan, pelecehan, sampai perdagangan perempuan.

Untuk memperjuangkan kaumnya itu, Linda dan organisasinya terus menggalakkan berbagai kegiatan dan pelatihan agar perempuan mempunyai kemandirian secara ekonomi. Sebab menurutnya, terjadinya trafficking karena masalah ekonomi dan minimnya pendidikan. Indonesia merupakan negara Asia yang paling sering terjadi kasus trafficking.

Bersama Kowani, Linda juga memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Pornografi. Alasannya, pornografi dan pornoaksi ini berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat, termasuk penyebab naiknya kasus perkosaan dan pencabulan.

Linda juga sibuk mengelola sebuah kegiatan besar yang diselenggarakan rutin setiap tahun seperti International Beautiful, Smart and Healthy Women Expo yang akan memasuki tahun kedua.

Sementara, keterlibatan dalam yayasan kanker dilandasi pengalaman pribadinya yang menyedihkan. Nyawa Linda nyaris direnggut kanker.

Kanker ditemukan di tubuhnya di awal tahun 1996, ketika hendak menunaikan ibadah haji.

Benjolan di payudaranya yang tak sakit dan dikira biasa ternyata adalah kanker ganas. Parahnya, kanker itu berada di dua payudaranya.

Dengan melihat kondisi Linda secara menyeluruh, dokter mengatakan harapan hidupnya tinggal 40 persen. Linda pun syok dan sedih. "Kayaknya dunia mau runtuh. Wanita mana yang tidak hancur hatinya manakala divonis umur tinggal sejengkal," kata Linda seperti dimuat di laman Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

Namun, Linda tak menyerah begitu saja. Dengan restu sang suami, Agum Gumelar, Linda pergi ke Roterdam, Belanda. Di sana ada sebuah rumah sakit khusus kanker payudara.

Linda terbang ke Belanda pada Bulan Februari 1996. Di negeri 'kincir angin' ini Linda mendapatkan keajaiban-keajaiban yang membuat semangat hidupnya bertambah kuat.

Tiga bulan setelah kedatangannya di negeri Belanda, Linda menjalani operasi kanker payudara. Operasi ini juga mengangkat kelenjar getah bening di ketiak kanan dan kirinya, untuk menghentikan penyebaran sel kanker di tubuhnya.

Sebagai mantan pasien kanker, Linda makin perhatian dengan kesehatannya. Gaya hidup sehat mulai dijalaniya. Makan dengan teratur, banyak mengonsumsi buah dan sayuran dilengkapi dengan sedikit porsi protein hewani serta rutin minum susu, menjadi senjata utamanya untuk tampil fit setiap hari.

Yang tak kalah penting, Linda makin piawai mengontrol pikirannya, menjauhi stres dengan cara selalu berpikir positif. "Dulu saya selalu ingin mendapatkan sesuatu yang bernilai delapan. Pokoknya harus perfect. Sekarang saya tidak ngotot lagi. Dapat nilai enam saya sudah senang. Alhamdulillah dengan cara begitu saya bisa lebih rileks," kata Linda. (kabarinvestigasi/berbagai sumber)

syarafudin pattisahusiwa



Jumat, 16 Oktober 2009

Des Alwi, Tokoh Simbol Masyarakat Banda

DI Banda Naira ia bukan saja tokoh, tapi juga ‘pusat komunikasi’ sebagai tempat mengadu, berkeluh kesah, meminta petunjuk untuk memecahkan masalah. Di Jakarta, ia terkenal sebagai pelobi tingkat tinggi dan simbol masyarakat Banda. Lalu, siapa Des Alwi?

“Sebuah kapal putih tampak merapat ke dermaga. Semua mata tertuju pada dua orang tua mengenakan setelan jas putih dan berdasi yang menuruni tangga kapal. Kedua tuan berparas pucat itu membawa delapan koper besar dari kayu dan empat tas besar dari kulit. Dengan celana renang dan rambut yang masih basah saya perhatikan mereka. Yang salah seorang di antaranya memakai kaca mata. Seorang di antara mereka tersenyum kepada saya,” demikian kenangan Des Alwi saat pertama kali bertemu Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir di masa pembuangan mereka di Banda Naira.

Saat itu Des Alwi baru berusia 8 tahun dan duduk di kelas dua ELS (Europeesche Lagere School). Namun ia mengaku sudah mengetahui dengan pasti bahwa kedua tuan itu dari Boven Digul, karena wajah mereka pucat. “Setiap orang yang datang dari Digul senantiasa berwajah pucat. Agaknya di sana mereka kekurangan makan dan banyak yang menderita malaria,” ungkapnya.

Kedua orang itu lalu bertanya pada Des dengan bahasan Belanda, apakah tahu di mana rumah dokter Tjipto Mangunkusumo? “Tahu, tetapi jauh dari sini. Kalau rumah Mr. Iwa Kusumah Sumantri persis di depan dermaga ini,” jawab Des kecil. Nama dokter Tjipto dan Mr. Iwa memang sangat di kenal di Banda, karena mereka telah cukup lama berdiam di Naira dan Des Alwi adalah teman putra-putri mereka.

Belakangan Des baru tahu, kedua ‘tamu jauh’ itu bernama Muhammad Hatta dan Sjahrir, orang tahanan politik Belanda yang dibuang ke Boven Digul. Pertemuan dengan kedua tokoh itulah yang hingga kini tak pernah ia lupakan. Bahkan ia menganggapnya sebagai pertemuan yang kemudian menjadi arah hidupnya hingga menjadi Des Alwi yang sekarang ini. Karena kecerdikan, kepandaian dan ‘kenakalan’nya, kedua tokoh tersebut konon sangat menyukai cucu Said Baadila ini. Hingga kemudian Bung Hatta mengambil Des Alwi sebagai anak angkat.

“Saya merasa sebagai orang pertama yang mereka tangani. Dalam kehidupan saya selanjutnya, ketepatan dan ketelitian dalam bekerja yang telah beliau tanamkan merupakan salah satu nilai tambah yang besar dalam karier saya selama ini. Dari Oom Sjahrir, saya mendapat banyak wawasan dan pengertian,” kata Des Alwi.

Cucu Raja Mutiara Maluku

Des Alwi Abubakar lahir 17 November 1927 di Desa Nusantara, Naira sebuah pulau kecil dalam kelompok Banda di Kepulauan Maluku. Ayahnya bernama Alwi, berasal dari Ternate yang konon masih keturunan Sultan Palembang yang dibuang ke Banda. Sang ibu bernama Halijah Baadilla, anak perempuan dari Said Baadilla, pengusaha mutiara yang pernah terkenal dari Naira.

Sang kakek, Said Baadilla terkenal sebagai pebisnis ulung di Banda. Dengan bendera perusahaan Baadilla Brothers, ia mengembangkan bisnis mutiara Banda dan perkebunan Pala yang terkenal dengan Perk Kele Norwegen di Lonthor dan di Pagar Buton, Banda Besar. Mutiara dan Pala itu diekspor ke berbagai negara di Eropa, hingga ia dikenal sebagai eksportir berpengaruh. Berkembangnya perusahaan Baadilla Brothers menjulangkan nama Said Baadilla, hingga Pemerintah Hindia Belanda menjulukinya sebagai Raja Mutiara Maluku. Dengan julukan itu, pada tahun 1896 Said Baadilla mendapat kehormatan menjadi tamu istimewa Ratu Emma, istri Wilhelm III di Belanda.

Namun, kebesaran sang kakek hanya kenangan di benak Des Alwi. Sebagai cucu raja mutiara, Des Alwi lahir saat usaha Baadilla sudah hampir ambruk. Masa kebesaran sang kakek sudah mulai memudar, bahkan kondisinya semakin memburuk ketika sang kakek meninggal tahun 1934. Sampai usia 6 tahun Des sama sekali tidak tahu jika sang kakek pernah menjadi orang terkaya di Banda Naira, bahkan di Maluku. Ia mengaku tak sempat menikmati kejayaan sang kakek, walaupun sisa-sisa kejayaan itu masih terlihat.

Namun, betapa buruknya kondisi ekonomi keluarga, Des mengaku kehidupan masa kecilnya sangat menyenangkan. Setiap hari ia mengaji, berenang di laut sambil berebut memburu coin yang dilempar orang, mencuri buah dari kebun tetangga dan bermain dengan teman-temannya. “Masa kecil saya demikian indah. Saya bangga lahir di Naira,” ungkap ayah Mira, Tanya dan Ramon Alwi ini.

Ahli Lobi dan Model Komunikasi

Kebesaran nama keluarga tidak membuat Des Alwi terlena. Ia tumbuh sebagai sosok pemuda yang begitu mencintai tanah kelahiran dan negaranya. Barangkali karena ‘pengaruh’ pendidikan Hatta dan Sjahrir, di samping sekolahnya di ELS, Des tumbuh menjadi pemuda yang tidak sekedar berani dan penuh percaya diri, tapi juga memiliki ‘kelebihan’ dalam berdiplomasi.

Sebagian orang menilai, kepiawaian Des Alwi dalam hal melobi, hingga mendapat julukan pelobi tingkat tinggi, dari petinggi nasional hingga internasional itu salah satunya hasil dari kebiasaannya bergaul dengan tokoh-tokoh tahanan politik yang dibuang ke Banda. Des banyak belajar dari dr. Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, Dr. Muhammad Hatta yang dipanggilnya sebagai Oom Kaca Mata, Sjahrir sebagai Oom Rir, Mr. Iwa Kusumah Sumantri dan beberapa anggota Sjarikat Islam Indonesia lainnya.

Maka, dalam perjalanan karier selanjutnya, ia pernah beberapa kali menjadi Atache Press/Kebudayaan KBRI di luar negeri yaitu KBRI Bern, KBRI Austria dan KBRI Philipina. Bahkan ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia – Malaysia tahun 1965-1975 ia sebagai Dinas Diplomatik terlibat dalam Operasi Khusus Tim Penyelesaian Konfrontasi itu. Des berhasil menjadi perantara ‘sulit’. Jurus-jurus kepiawaian diplomasinya mendekati almarhum mantan PM Tun Abdul Rahman dan almarhum mantan DPM Tun Abdul Razak berhasil meredakan konfrontasi itu.

Sebagai putra daerah ia berperan aktif dalam lobi-lobi nasional dan internasional, untuk berbagai kepentingan Indonesia di dalam maupun luar negeri. Secara lebih spesifik, Des Alwi memiliki jalur lobi kepada tokoh-tokoh nasional di Jakarta. Dalam hal ketokohan Des Alwi ini, maka realitas yang ada bahwa hampir sembilan puluh persen pembangunan fisik dan masyarakat Banda yang membutuhkan peran lobi, semuanya dipengaruhi oleh hasil lobi Des Alwi di tingkat nasional. Dalam hal ini pula maka sebenarnya semua keputusan tentang pembangunan Banda yang berskala besar pada kenyataannya bukan diputuskan di tingkat Maluku atau Maluku Tengah, akan tetapi diputuskan di tingkat Jakarta.

Bahkan kini, dalam perkembangan masyarakat Banda, tokoh Des Alwi menjadi salah satu model komunikasi. Model komunikasi yang memusat pada tokoh Des Alwi ini adalah semua komponen masyarakat yang terlibat langsung dalam usaha dan kegiatan Des Alwi. Termasuk mereka yang pernah mendapat bantuan Des baik fasilitas, dana maupun koneksitas.

Melihat ketokohan dan peran Des Alwi yang begitu dominan terhadap pengembangan masyarakat di Banda, terutama pariwisata, maka umumnya masyarakat Banda berpendapat bahwa Banda sangat identik dengan kehendak Des Alwi. Pendapat-pendapat macam ini dan kaitan-kaitan kepentingan masyarakat dengan bidang-bidang yang bersentuhan dengan usaha Des Alwi di Banda inilah yang melahirkan model-model komunikasi memusat kepada tokoh ini. (Syafarudin/KI)


Kamis, 24 September 2009

Ben Affleck, Sosok "Ayah Biologis"Ideal


Aktor asal Amerika Ben Affleck dan Greg Grunberg adalah sosok ayah yang dianggap sempurna. Pemeran Good Will Hunting dan Heroes ini pun menjadi paling digemari oleh para ibu di California, AS. Dan, calon ibu menginginkan anak mereka seperti kedua aktor itu. Demikian diwartakan Contact Music, Jumat (11/9).

Berdasarkan survei oleh kelompok penyumbang sperma, Affleck dan Greg adalah tipe penyumbang sperma yang paling diinginkan. Sementara bintang Fast and The Furious, Paul Walker menjadi yang populer ketiga. Kemudian, menyusul Scott Caan, Bradley Cooper, dan Gerard Butler. (YUS) Liputan6.com

Joe Girard van Detroit


Kalau Muhamad Ali jago tinju dunia. siapakah jago jual dunia? Kalau Anda belum pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya tidak yakin Anda akan mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class achiever di bidangnya. Saya ingin memperkenalkan kepada Anda sang legendaris ini. Nama Joe Girard yang kini tercatat abadi sebagai World’s Greatest Salesman menurut The Guinness Book of World Records. Latar belakangnya yang miskin penuh derita membuat suksesnya lebih bercahaya. Joe Girard adalah pahlawan wiraniaga terbesar yang bisa disejajarkan dengan Rudy Hartono di bulu-tangkis, Karpov di catur, atau Pele di sepakbola.

Joe Girard, yang tinggal di Detroit ini, selama 12 tahun berturut- turut berhasil menjual puluhan ribu mobil –sendirian– dengan rata- rata penjualan 6 kendaraan per hari. Penjualan ini ekivalen dengan kinerja sebuah dealer mobil berukuran top di Indonesia dengan dukungan karyawan 30-an orang.

Bulan Oktober 1992 dia datang ke Indonesia dan memukau ratusan pendengarnya, yang membayar US$ 250.00 per orang, dalam seminar setengah hari di Jakarta Hilton. Di sana ia menceritakan kiat-kiatnya menjadi jago dunia.

Berikut adalah analisis saya tentang profil keberhasilan spektakuler Joe Girard yang saya dengar dari ceramah itu, dan dilengkapi oleh informasi dari beberapa buku tulisannya. Sekaligus saya ingin mencoba mendeskripsikan profil seorang jago dunia secara umum.

1. Jago Dunia Memiliki Tekad Baja
Barangkali karakter Joe Girard yang paling menonjol adalah niat dan tekadnya yang sangat kuat untuk berhasil. Anda dapat menerjemahkan niat dan tekad ini sebagai ambisi suci, keinginan mulia, atau kerinduan agung. Apa pun namanya, niat besar ini telah memberinya semacam tenaga batin (inner power) yang luar biasa untuk meretas belenggu-belenggu kegagalan dan keterbatasan, serta meraih sukses dalam karirnya.

Untuk berhasil, apalagi sampai tingkat dunia seperti Joe Girard, sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fa-silitas, kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi.

Joe Girard sendiri tidak lulus SMP, dibesarkan di daerah kumuh oleh seorang ayah mafia kelas teri, berkali-kali ditangkap polisi karena mencuri dan kriminal lainnya. Latar belakangnya sungguh muram. Tetapi tekadnya untuk berhasil lebih kuat daripada kelemahan yang membelenggu dirinya. Hal itu pula yang memampukannya mengatasi kelaparan, kehausan, kelelahan, tekanan, ejekan, pelecehan, salah pengertian, bahkan tantangan dan ancaman.

2. Jago Dunia Digerakkan Oleh Visi
Joe Girard sangat fasih menuturkan apa yang dikehendakinya, seolah- olah impiannya tersebut sudah ada, sudah terlihat, sudah nyata. Kemampuannya menyentuh ikhwal imajiner ini bahkan sudah sampai ke tahap emosional, artinya emosinya sudah mampu merangsang kehendaknya
atas hasil masa depan yang dirindukannya. Inilah yang secara praktis saya sebut dengan visi atau sasaran agung, yakni kemampuan melihat dan merasakan sesuatu pada ruang masa depan.

Apa manfaat praktis dari sebuah visi? Manfaat terbesar adalah menyediakan arah, tuntunan, dan gairah hidup bagi sang visioner. Dengan demikian, upaya dan kegiatannya menjadi efektif dan sekaligus juga efisien. Di pihak lain, orang yang tidak punya visi gampang teralihkan dan kemudian terombang-ambingkan. Ia tidak tahu apa yang dikehendakinya. Kadang, meskipun tahu, tetapi tidak sejelas kristal, dengan akibat tidak punya daya, powerless.

3. Jago Dunia Tekun dan Tabah
Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas, selesai dan berhasil, apa pun halangannya. Lawan sifat ini adalah gampang menunda. Orang yang tidak tekun mudah menyerah pada godaan sesaat –menyimpang dari rel visi– yang umumnya
dapat digolongkan pada tiga kategori: nafsu mata, nafsu perut, dan nafsu libido.

Meskipun pemenuhan nafsu-nafsu di atas tidak salah, bahkan esensial bagi eksistensi kehidupan kita, tetapi pemenuhan berlebihan (indulgency) tidaklah menyehatkan pada tingkat psikologis. Pada taraf tertentu, nafsu-nafsu itu perlu didisiplinkan dan ditahan. Secara umum inilah tujuan paling praktis dari tradisi ber-puasa, berpantang, bertarak, atau mutih.

Bertekun mengerjakan sesuatu memerlukan pengorbanan, dalam bentuknya yang khusus, menolak pemenuhan ketiga nafsu di atas untuk sementara, sampai tugas itu tuntas selesai. Menunda sebuah pekerjaan penting demi acara tinju di TV misalnya, adalah contoh ketidaktekunan. Cita- cita menjadi jago dunia pun tinggal ilusi.

Joe Girard memahami arti ketekunan ini. Dia melakoninya hingga tuntas. Kisahnya memelihara ribuan file pelanggan dan mengirimkan kepada masing-masing satu kartu khusus setiap bulan adalah salah satu contoh ketekunannya. Menurut Joe Girard, tidak ada pelanggannya yang berhenti membeli mobil darinya, kecuali mereka pindah dari Amerika atau meninggal dunia. Juga, kisah bagaimana ia menelepon pelanggan sehari penuh sampai malam, memenangkan penjualan yang sangat dibutuhkannya ada-lah contoh ketabahannya. Dan ketekunan dan ketabahannya membuahkan hasil.

4. Jago Dunia Selalu Berpikir Positif
Mental positif adalah sikap dasar dalam mendekati segala sesuatu dengan positif. Sikap positif berakar pada sejumlah keyakinan yang juga positif seperti: bekerja itu sehat; kejujuran adalah modal dasar; tanpa komitmen tiada sukses; apa pun yang terjadi selalu ada manfaatnya; kerjasama adalah kunci sukses; tahan menderita adalah sehat; hari esok tak sama dengan hari kemarin; selalu ada cara yang lebih baik dari cara sekarang; melayani berarti memimpin; memaafkan itu menyehatkan jiwa; dan 1001 keyakin-an positif lainnya.

Joe Girard digelari sebagai The Positive Thinker No. 1 oleh Norman Vincent Peale, pengarang buku laris sepanjang zaman The Power of Positive Thinking. Dan gelar ini memang betul. Jika kita membaca buku Joe Girard, maka semangat yang paling menonjol adalah pikiran positif. Ia bahkan mampu mentransformasikan residu pengalaman negatifnya dari masa lampau menjadi tenaga pendorong positif bagi hidupnya di masa kini. Misalnya gelar sebagai “anak tidak becus” yang diberikan ayahnya sambil memukuli dirinya ketika ia masih SD –yang membekaskan luka dalam di hatinya– menjadi pemecut semangatnya untuk membuktikan sebaliknya. Tiap kali ada tendensi ia membelok dari cita- citanya, diingatkannya dirinya bahwa “anak tidak becus” akan menjadi kenyataan.

5. Jago Dunia Selalu Bersemangat dan Antusias
Barangsiapa pernah melihat Joe Girard berbicara, maka dia pasti setuju bahwa antusiasme superior adalah ciri khas tokoh kita ini. Ia berlari, melompat, dan berteriak di panggung seminar. Suaranya melengking, bergetar, atau membahana di mana perlu. Lain kali suaranya mengecil dan berbisik sambil menangis. Ia berbicara dengan hati dan emosinya. Baginya panggung seminar adalah panggung teater. Ia bukan tipe seminaris yang membaca makalah dengan kering dan membosankan.

Akan tetapi, di luar panggung pun, Joe Girard sungguh-sungguh antusias. Ia menyapa orang-orang dengan hangat dan bersemangat. Bila kita berbicara dengannya daya magnetik pribadinya sungguh-sungguh memikat dan memukau. Kita merasa disemangati, diisi baterainya dan dikuatkan. Tidak heran, calon-calon pembeli mobilnya begitu terpikat dan membeli mobilnya dengan senang. Bahkan dikisahkannya, seorang wartawan yang semula cuma berniat mewawancarainya, akhirnya membeli mobil usai acara karena the power of enthusiasm ini.

6. Jago Dunia Pandai Dalam Relasi Antarmanusia
Bisnis berarti hubungan dengan banyak orang. Semakin maju bisnis kita, semakin banyak kita harus berhubungan dengan orang lain. Konon BCA dengan tabungan TAHAPAN yang terkenal itu saja harus melayani sekitar 20 juta nasabah. Suatu jumlah yang lebih besar dari penduduk
Malaysia. Berarti BCA harus membina hubungan dengan nasabah sebanyak itu. Dapat ditebak bahwa salah satu sukses BCA adalah kemampuan mereka menangani manusia. Sebaliknya dapat dipastikan, problem nomor satu pun adalah people relations juga.

Joe Girard menjual secara pribadi sekitar 1.500 mobil per tahun, berarti ia harus menjumpai lebih banyak lagi calon pembeli. Sesudah itu pelanggannya dipelihara melalui surat, telepon atau undangan khusus. Hasilnya 80% penjualannya adalah repeat order, yaitu penjualan berulang. Sulit dibayangkan bagaimana Joe Girard bisa sukses tanpa human relations yang canggih.

Dari percakapan dengan Joe Girard, mendengar ceramahnya, dan membaca bukunya, saya simpulkan bahwa prinsip utama human relations yang diterapkannya adalah “menyukai orang lain secara sungguh-sungguh.” Dalam bahasa lain dia berkata: to love my customers honestly,
genuinely, sincerely.

Motto Joe Girard: I Like You dengan logo apel merah, telah menjadi identitas pribadinya. Ia mengucapkannnya, menerapkannya, menghayatinya dan mengkristalkannya dalam bentuk lambang dan suvenir. Tak heran Tom Peters memujinya dalam In Search of Excellence sampai
dua halaman. “Joe Girard seems to care genuinely,” komentar Tom Peters mengakhiri analisisnya.

7. Jago Dunia Kreatif Otaknya
Menjadi jago dunia adalah dambaan banyak orang. Kita punya energi, semangat, antusiasme, keterampilan, dan percaya diri. Itu baik dan itu sangat perlu. Tetapi tanpa strategi dan taktik yang tepat semua itu kurang berguna. Fakultas yang membimbing kualitas-kualitas di atas menjadi jago dunia ialah kecerdasan.

Perpustakaan saya berisi lebih dari 3 lusin literatur kewiraniagaan, tetapi jarang buku-buku tersebut menawarkan ide dan konsep baru. Buku- buku Joe Girard (3 buah banyaknya) boleh dikatakan mengandung 85% konsep-konsep standar kewiraniagaan dan 15% ide-ide baru.

Nah, di sini cerdasnya Joe Girard yang tidak lulus SMP itu. Dua di antara ide-ide baru tersebut yang sangat orisinil adalah Hukum Girard 250 dan Sistem mailing 12 bulan.

Hukum Girard 250 berkata bahwa setiap wiraniaga mempunyai pelanggan alamiah sebanyak 250 orang. Menurut Girard, dari temuannya di kantor Dinas Pemakaman, rata-rata orang mati dilayat oleh 250 orang. Girard menafsirkan, terdapat 250 orang yang sangat dekat secara emosional dengan almarhum, sehingga sampai bersedia meluangkan waktu ke rumah duka dan ke pemakaman. Nah, fenomena alamiah ini, membuat Girard berpikir bahwa terdapat 250 orang juga yang karena kedekatan emosionalnya, bersedia “berkorban” untuk seorang wiraniaga, mulai dari diganggu telepon, didatangi, dijelasi brosur, dan akhirnya membeli.

Maka Girard menetapkan bahwa sebagai langkah awal, dia harus bisa mengumpulkan 250 orang prospek untuk dilayani, dipelihara, dan dijuali. Dengan modal pelanggan sebanyak 250 orang ini, ekspansi pelanggan selanjutnya menjadi mudah.

Sistem mailing 12 bulan adalah sistem pelayanan pelanggan dimana semua pelanggannya –tanpa kecuali– pasti menerima 12 buah surat dalam setahun dari Joe Girard sendiri. Yang menarik adalah bahwa setiap bulan amplopnya berbeda baik warna maupun ukurannya. Bukan cuma itu, ucapannya pun berbeda. Mulai dari Selamat Tahun Baru (Januari), Selamat Hari Valentine (Februari), sampai Selamat Natal (Desember). Dan salah satunya tentu: Selamat Ulang Tahun dari Joe Girard. Konon surat bulanan Joe Girard selalu ditunggu-tunggu oleh puluhan ribu pelanggannya.

8. Jago Dunia Menjunjung Tinggi Kejujuran
Joe Girard menyediakan satu pasal penuh dalam bukunya untuk membahas aplikasi kejujuran dalam bisnis di bawah judul Honesty Is the Best Policy. Barangsiapa beranggapan kejujuran tidak berguna dalam bisnis, saya anjurkan membaca pasal ini.

Tesis Joe Girard adalah: kejujuran adalah landasan kepercayaan; kepercayaan adalah basis hubungan baik; dan hubungan baik adalah medium hubungan bisnis yang langgeng. “Jadi, jika ingin berbisnis dengan langgeng, jujurlah kepada para pelanggan. Mereka akan respek, percaya dan datang kembali,” tegas Joe Girard.

Memang terasa absurd berusaha melayani pelanggan agar terjadi customer satisfaction, tetapi kemudian membohongi mereka. Ini ibarat menuang nila semangkok ke dalam belanga susu yang kita jual. Bukan laba yang kita peroleh melainkan mara.

9. Jago Dunia Jago Berkomunikasi
Temu muka dengan Joe Girard adalah pertemuan yang penuh semangat. Tidak ada kepasifan. Ia senantiasa aktif: bertanya, menyapa, memuji, mensugesti atau mendengar. Akibatnya kita ikut terbawa aktif. Ia tidak hanya menggunakan mulutnya tetapi juga tubuh, mata, tangan dan
senyumnya. Pokoknya ia adalah seorang yang aktif-positif-dinamis dalam berkomunikasi.

Dalam proses komunikasi ini, ia menghilangkan jarak dan rasa takut antarmanusia. Sebaliknya tercipta suasana enak, segar dan menyenangkan yang membuat kita menerima dia, menyenangi dia, meyakini apa katanya, dan tentu akhirnya membeli mobilnya. Ia pandai sekali mengkomunikasikan isi hatinya dan isi kepalanya dengan positif, sehingga residu emosi negatif kita hilang digantikan dengan yang positif.

10. Jago Dunia Selalu Bersikap Konsisten
Semua orang setuju bahwa pelaku bisnis itu harus ramah, baik, melayani, menolong, memberi perhatian, menghormati dan berusaha memuaskan pelanggannya. Namun, kata Tom Peters, “Kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh menerapkannya. Hanya mereka yang excellent – jago dunia– yang menerapkannya secara sungguh-sungguh, tuntas, dan konsisten.”

Joe Girard menerapkan kiatnya, ilmu dan falsafah bisnisnya dengan konsisten. Hasilnya adalah kemajuan dan pertumbuhan. Jika akhirnya ia terkenal ke seluruh dunia, kaya dan populer, hal itu merupakan buah yang wajar dari konsistensi perilakunya. Konsistensi adalah akar keberhasilan sejati.

Merenungkan kisah Joe Girard, kita dapat menarik sebuah kesimpulan: bahwa menjadi world-class achiever tidaklah mudah. Tanpa kemampuan dan keahlian, khususnya tanpa motivasi superior dan stamina ekstra, seseorang tidak mungkin menjadi achiever besar. Maka pertanyaan penting adalah, dari manakah sang achiever memperoleh motivasinya sehingga ia dapat bertahan dalam arena kompetitif itu?

Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia para achiever berkelimpahan dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi uang selalu berbentuk kurva lonceng (bell shaped curve), maksudnya uang memang memotivasi orang, tetapi sesudah uang tersebut diperoleh, tingkat motivasinya akan turun dan melandai; mendaki mencapai puncak kurva lonceng lalu menurun menuju dasar kurva.

Studi saya menyimpulkan bahwa motivasi ekstra seorang achiever ternyata selalu berasal dari ruang moral-spiritual. Dari ruang inilah dapat digali pelbagai macam motivasi super, seperti demi negara, demi bangsa, demi kekasih hati, demi keindahan, demi perdamaian, demi demokrasi, demi kemajuan peradaban, demi nama keluarga, demi pengembangan diri menuju puncak kesem-purnaan, dan sebagainya.

Intinya, motivasi agung ini berasalah dari sebuah falsafah yang ideal dan keyakinan kuat bahwa pencapaian itu adalah baik, benar, dan mulia. Motivasi super inilah yang mampu mendukung stamina jangka panjang, terbangkitkan oleh energi psiko-emosional, seperti kekuatan kekuatan cinta, kekuatan harapan, dan kekuatan impian.

Dalam dunia modern dimana kompetisi antarmanusia, antar-organisasi, dan antarbangsa telah menjadi norma, maka high achievement di segala bidang menjadi tiket masuk ke arena pertandingan. Tanpa itu kita cuma jadi penonton. Dan sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Dan hebatnya, tidak ada calo yang menjual catutan. Artinya setiap orang harus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya. Sejalan dengan itu, setiap perusahaan, setiap partai politik, setiap negara atau organisasi apa pun harus mengambil tanggung jawab serupa.

Sumber: Joe Girard van Detroit oleh Jansen H Sinamo, Direktur Jansen
Sinamo WorkEthos Training Center. Dari milis resonansi

Sosok Mengagumkan di Kawasan Kumuh Jakarta

Tiada hari yang tak dilaluinya dengan berkeliling kampung. Seluruh sudut Kelurahan Semper Barat, bahkan Kecamatan Cilincing ia sambangi. Hampir semua pintu pernah diketuknya, sekadar melihat adakah balita-balita yang belum pernah ke Posyandu. Seketika mulutnya mengeluarkan kata-kata yang orang bilang "cerewet", namun tak pernah ada yang berani memprotesnya. Sebab cerewetnya Bu Roso, panggilan akrab kader Posyandu itu, justru untuk kebaikan mereka.

Suroso Sukarsih. Usianya hampir kepala enam, tubuhnya yang gempal tak menghalanginya untuk terus mendatangi rumah-rumah warga di lingkungannya. Terlebih jika sudah waktunya para balita harus ke Posyandu. Ia begitu gesit, bahkan ketika harus menyusuri gang-gang sempit, daerah kumuh dan bau di kawasan Cilincing itu. Bu Roso, kadang harus menjemput Langsung para balita yang ibunya malas atau tak mau membawa balitanya ke Posyandu.

"Saya nggak pinter, saya juga nggak punya apa-apa. Tapi saya bisa melakukan ini untuk membantu warga di sini," ujar Bu Roso tentang semangatnya yang tak pernah kendur melayani warga Cilincing, Jakarta Utara.

Bu Roso bukan ketua RT, bukan Ketua RT, terlebih Lurah. Tetapi ia lebih dihormati, disenangi, dan didengar ucapannya dibanding para pejabat lokal itu. Sepanjang jalan yang disusuri, tak terbilang orang yang mengenal dan menyapanya dengan hormat. Tak hanya kaum ibu, bahkan preman dan pemuda pinggir jalan pun menyapanya sopan.

Tak hanya urusan balita yang digarapnya. Ia pun memimpin segenap kader Posyandu di lingkungannya untuk menjadi relawan TBC. Kini, kesibukannya semakin bertambah untuk mengurusi warga yang mengidap TBC. Tak heran beberapa media yang ingin mendapatkan banyak informasi dan data tentang kasus gizi buruk dan TBC di Cilincing pun langsung menghubunginya. Beberapa LSM pun pernah menjadikannya mitra kerja, meski Bu Roso akan sangat selektif dengan LSM. "Asal tak pasang bendera partai, dan tak berlatar belakang agama, saya mau membantu," tegasnya.

Tak mudah untuk menjadi seorang seperti Bu Roso. Ia melakukan semua itu bukan baru kemarin. Puluhan tahun sudah ia berjuang, berkeliling kampung berbagi peduli terhadap sesama. Dan ia melakoninya dengan cinta, satu tingkat di atas kepedulian.

Siapa pun mau bekerjasama dengannnya, tak hanya para kader Posyandu. Bahkan para Ketua RT, dan kaum lelaki di wilayah itu pun mau membantunya. Semua ibu yang punya balita 'patuh' padanya. Banyak pemuda yang segan terhadapnya. Setiap hendak membuat satu acara, Bu Roso tinggal meminta bantuan para pemuda itu untuk mendermakan tenaganya untuk hal-hal teknis.

Sosoknya amat sederhana, tetapi ia punya wibawa dan kharisma yang luar biasa di wilayah itu. Kata-katanya selalu di dengar warga, tak heran banyak Ketua RW dan bahkan Lurah pun "cemburu" karena mereka tak sebegitu dicintai warganya seperti para warga mencintai Bu Roso.

Ini sebuah pelajaran penting buat kita. Ketika di rumah sendiri ucapan ini sering tak digubris oleh anak dan keluarga sendiri di rumah, bagaimana mungkin kita memiliki izzah di luar? Bu Roso tak punya masalah demikian, karena ucapan-ucapannya pun sangat diperhatikan oleh warga setempat.

Dan satu lagi. Kalau saja seorang Bu Roso di usianya yang cukup tua masih bersemangat untuk terus peduli dan berbagi, bagaimana dengan kita? adakah semangat yang sama kita miliki? Padahal setiap kita selalu punya kesempatan untuk peduli dengan cara dan kemampuan kita sendiri. Sungguh, Bu Roso telah memberi kita satu pelajaran berharga tentang hakikat kepedulian.


Sumber : gawtama.blogspot.com

Selasa, 17 Agustus 2004

Pendiri Muhammadiyah

KH Ahmad Dahlan (1868-1923)

Pendiri Muhammadiyah


Ahmad Dahlan (bernama kecil Muhammad Darwisy), adalah pelopor dan bapak pembaharuan Islam. Kyai Haji kelahiran Yogyakarta, 1 Agustus 1868, inilah yang mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912. Pahlawan Nasional Indonesia ini wafat pada usia 54 tahun di Yogyakarta, 23 Februari 1923.)


KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan Islam di nusantara. Ia ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. Ia ingin mengajak ummat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. Ia mendirikan Muhammadiyah bukan sebagai organisasi politik tetapi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan.

Pada saat Ahmad Dahlan melontarkan gagasan pendirian Muhammadiyah, ia mendapat tantangan bahkan fitnahan, tuduhan dan hasutan baik dari keluarga dekat maupun dari masyarakat sekitarnya. Ia dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kiai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen dan macam-macam tuduhan lain. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun rintangan-rintangan tersebut dihadapinya dengan sabar. Keteguhan hatinya untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut. 1)

Atas jasa-jasa KH Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa ini melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional didasarkan pada empat pokok penting yakni: Pertama, KH Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat.

Kedua, dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan ummat, dengan dasar iman dan Islam. Ketiga, dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam. Keempat, dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan.

Diasuh di Lingkungan Pesantren
Muhammad Darwisy lahir dari keluarga ulama dan pelopor penyebaran dan pengembangan Islam di tanah air. Ayahnya, KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta, dan ibunya, Nyai Abu Bakar adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.

Ia anak keempat dari tujuh orang bersaudara, lima saudaranya perempuan dan dua lelaki yakni ia sendiri dan adik bungsunya. Dalam silsilah, ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991). 2)Idem

Silsilahnya lengkapnya ialah Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin KH Abu Bakar bin KH Muhammad Sulaiman bin Kiyai Murtadla bin Kiyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlul'llah (Prapen) bin Maulana 'Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).

Sejak kecil Muhammad Darwisy diasuh dalam lingkungan pesantren, yang membekalinya pengetahuan agama dan bahasa Arab. Pada usia 15 tahun (1883), ia sudah menunaikan ibadah haji, yang kemudian dilanjutkan dengan menuntut ilmu agama dan bahasa arab di Makkah selama lima tahun. Ia pun semakin intens berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam dunia Islam, seperti Muhammad Abduh, al-Afghani, Rasyid Ridha, dan ibn Taimiyah. Interaksi dengan tokoh-tokoh Islam pembaharu itu sangat berpengaruh pada semangat, jiwa dan pemikiran Darwisy.

Semangat, jiwa dan pemikiran itulah kemudian diwujudkannya dengan menampilkan corak keagamaan yang sama melalui Muhammadiyah. Bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (ke-Islaman) di sebagian besar dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks (kolot). Ahmad Dahlan memandang sifat ortodoks itu akan menimbulkan kebekuan ajaran Islam, serta stagnasi dan dekadensi (keterbelakangan) ummat Islam. Maka, ia memandang, pemahaman keagamaan yang statis itu harus diubah dan diperbaharui, dengan gerakan purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada al-Qur'an dan al-Hadits.

Setelah lima tahun belajar di Makkah, pada tahun 1888, saat berusia 20 tahun, Darwisy kembali ke kampungnya. Ia pun berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Lalu, ia pun diangkat menjadi khatib amin di lingkungan Kesultanan Yogyakarta.

Pada tahun 1902, ia menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya, sekaligus dilanjutkan dengan memperdalam ilmu agama kepada beberapa guru di Makkah hingga tahun 1904.

Sepulang dari Makkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil. Siti Walidah, kemudian lebih dikenal dengan nama Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Pasangan ini mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah (Kutojo dan Safwan, 1991).

Di samping itu, KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. Ia juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Ibu Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Beliau pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta (Yunus Salam, 1968: 9).

Mendirikan Muhammadiyah
Semangat, jiwa dan pemikiran pembaharu dalam dunia Islam, yang diperolehnya dari Muhammad Abduh, al-Afghani, Rasyid Ridha, ibn Taimiyah dan lain-lain selama belajar Makkah (1883-1888 dan 1902-1904), kemudian diwujudkannya dengan menampilkan corak keagamaan yang sama melalui Muhammadiyah. Bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (ke-Islaman) di sebagian besar dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks (kolot).

Ahmad Dahlan memandang sifat ortodoks itu akan menimbulkan kebekuan ajaran Islam, serta stagnasi dan dekadensi (keterbelakangan) ummat Islam. Maka, ia memandang, pemahaman keagamaan yang statis itu harus diubah dan diperbaharui, dengan gerakan purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada al-Qur'an dan al-Hadits.

Dahlan sendiri sadar bahwa semaangat pembaharuannya tidak akan serta-merta dapat dipahami dan diterima keluarga dan masyarakat sekitarnya. Tidak mudah melakukan pemharuan pada suatu sifat ortodoks yang sudah membeku. Maka, entah terkait atau tidak, ada sebuah nasehat yang ditulisnya dalam bahasa Arab untuk dirinya sendiri.

Bunyinya demikian: "Wahai Dahlan, sungguh di depanmu ada bahaya besar dan peristiwa-peristiwa yang akan mengejutkan engkau, yang pasti harus engkau lewati. Mungkin engkau mampu melewatinya dengan selamat, tetapi mungkin juga engkau akan binasa karenanya. Wahai Dahlan, coba engkau bayangkan seolah-olah engkau berada seorang diri bersama Allah, sedangkan engkau menghadapi kematian, pengadilan, hisab, surga, dan neraka. Dan dari sekalian yang engkau hadapi itu, renungkanlah yang terdekat kepadamu, dan tinggalkanlah lainnya (diterjemahkan oleh Djarnawi Hadikusumo).

Dalam artikel riwayat Ahmad Dahlan di situs resmi Parsyarikatan Muhammadiyah (muhammadiyah.or.id), pesan ini disebut menyiratkan sebuah semangat yang besar tentang kehidupan akhirat. Dan untuk mencapai kehidupan akhirat yang baik, maka Dahlan berpikir bahwa setiap orang harus mencari bekal untuk kehidupan akhirat itu dengan memperbanyak ibadah, amal saleh, menyiarkan dan membela agama Allah, serta memimpin ummat ke jalan yang benar dan membimbing mereka pada amal dan perjuangan menegakkan kalimah Allah.

Dengan demikian, untuk mencari bekal mencapai kehidupan akhirat yang baik harus mempunyai kesadaran kolektif, artinya bahwa upaya-upaya tersebut harus diserukan (dakwah) kepada seluruh ummat manusia melalui upaya-upaya yang sistematis dan kolektif.

Dijelaskan dalam artikel itu, kesadaran seperti itulah yang menyebabkan Dahlan sangat merasakan kemunduran ummat Islam di tanah air. Hal ini merisaukan hatinya. Ia merasa bertanggung jawab untuk membangunkan, menggerakkan dan memajukan mereka. Dahlan sadar bahwa kewajiban itu tidak mungkin dilaksanakan seorang diri, tetapi harus dilaksanakan oleh beberapa orang yang diatur secara seksama. Kerjasama antara beberapa orang itu tidak mungkin tanpa organisasi. Perkumpulan, parsyarikatan dan gerakan dakwah: Muhammadiyah.

Dahlan pun memilih strategi yang amat baik dengan lebih dahulu membina angkatan muda untuk turut bersama-sama melaksanakan upaya dakwah tersebut, sekaligus meneruskan cita-citanya memajukan bangsa ini. Apalagi ia berkesempatan mengakselerasi dan memperluas gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah itu dengan mendidik para calon pamongpraja (calon pejabat) yang belajar di OSVIA Magelang dan para calon guru yang belajar di Kweekschool Jetis Yogyakarta. Karena, ia sendiri diizinkan oleh pemerintah kolonial untuk mengajarkan agama Islam di kedua sekolah tersebut.

Tentu saja para calon pamongpraja tersebut dapat diharapkan mengaselerasi dan memperluas gagasannya tersebut, karena mereka akan menjadi orang yang mempunyai pengaruh luas di tengah masyarakat. Begitu pula para calon guru akan segera mempercepat proses transformasi ide tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, kepada murid-muridnya. Guna mengintensifkannya, Dahlan pun mendirikan sekolah guru yang kemudian dikenal dengan Madrasah Mu'allimin (Kweekschool Muhammadiyah) dan Madrasah Mu'allimat (Kweekschool Istri Muhammadiyah). Di sekolah ini, Dahlan mengajarkan agama Islam dan menyebarkan cita-cita pembaharuannya.

Dahlan dikenal sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Dengan gagasan-gagasan cemerlang dan kegiatan kemasyarakatannya, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat. Termasuk dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi Jam'iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam, dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad saw.

Pada tahun 1912, tepatnya tanggal 18 Nopember 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan Islam. Ia punya visi untu melakukan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. Ia ingin mengajak ummat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits.

Berbagai tantangan ia hadapi sehubungan dengan gagasan pendirian Muhammadiyah itu. Bahkan ia dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Kiai palsu. Sampai ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun rintangan-rintangan tersebut dihadapinya dengan sabar.

Dahlan teguh pada pendiriannya. Pada tanggal 20 Desember 1912, ia mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Tampaknya, Pemerintah Hindia Belanda ada kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Sehingga izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta
Namun, walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti Srandakan, Wonosari, dan Imogiri dan lain-lain tempat telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Ujung Pandang dengan nama Al-Munir, di Garut dengan nama Ahmadiyah.

Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam. Perkumpulan-perkumpulan dan Jama'ah-jama'ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, yang di antaranya ialah Ikhwanul Muslimin, Taqwimuddin, Cahaya Muda, Hambudi-Suci, Khayatul Qulub, Priya Utama, Dewan Islam, Thaharatul Qulub, Thaharatul-Aba, Ta'awanu alal birri, Ta'ruf bima kan,u wal-Fajri, Wal-Ashri, Jamiyatul Muslimin, Syahratul Mubtadi (Kutojo dan Safwan, 1991: 33).

Gagasan pembaharuan Islam, Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, di samping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.

Dalam bulan Oktober 1922, Ahmad Dahlan memimpin delegasi Muhammadiyah dalam kongres Al-Islam di Cirebon. Kongres ini diselenggarakan oleh Sarikat Islam (SI) guna mencari aksi baru untuk konsolidasi persatuan ummat Islam. Dalam kongres tersebut, Muhammadiyah dan Al-Irsyad (perkumpulan golongan Arab yang berhaluan maju di bawah pimpinan Syeikh Ahmad Syurkati) terlibat perdebatan yang tajam dengan kaum Islam ortodoks dari Surabaya dan Kudus. Muhammadiyah dipersalahkan menyerang aliran yang telah mapan (tradisionalis-konservatif) dan dianggap membangun mazhab baru di luar mazhab empat yang telah ada dan mapan.

Muhammadiyah juga dituduh hendak mengadakan tafsir Qur'an baru, yang menurut kaum ortodoks-tradisional merupakan perbuatan terlarang. Menanggapi serangan tersebut, Ahmad Dahlan menjawabnya dengan perkataan, "Muhammadiyah berusaha bercita-cita mengangkat agama Islam dari keadaan terbekelakang. Banyak penganut Islam yang menjunjung tinggi tafsir para ulama dari pada Qur'an dan Hadits. Umat Islam harus kembali kepada Qur'an dan Hadits. Harus mempelajari langsung dari sumbernya, dan tidak hanya melalui kitab-kitab tafsir".

Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan duabelas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah Algemeene Vergadering (persidangan umum).

Di samping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga tidak lupa akan tugasnya sebagai pribadi yang mempunyai tanggung jawab pada keluarganya. Sebagai salah seorang keturunan bangsawan yang menduduki jabatan sebagai Khatib Masjid Besar Yogyakarta, ia mempunyai penghasilan cukup tinggi. Ia juga berkecimpung sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik. ►crs

Sekilas Profil Ahmad Dahlan

Nama:
KH Ahmad Dahlan
Nama Kecil:
Muhammad Darwisy
Lahir:
Yogyakarta, 1 Agustus 1868
Meninggal:
Yogyakarta, 23 Februari 1923
Agama:
Islam

Isteri:
- Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah, dikaruniai enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah).
- Nyai Abdullah, janda H. Abdullah
- Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak
- Ibu Nyai Aisyah (dikarunia satu anak)
- Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta

Ayah:
KH Abu Bakar
Ibu:
Nyai Abu Bakar (puteri dari H. Ibrahim)
Saudara:
Tujuh bersaudara

Pendidikan:
- Pesantren, Yaogyakarta, agama dan bahasa Arab, sampai 1883
- Menuntut ilmu agama dan bahasa arab di Makkah, 1883-1888, dari pembaharu dalam dunia Islam, seperti Muhammad Abduh, al-Afghani, Rasyid Ridha, dan Ibn Taimiyah
- Memperdalam ilmu agama kepada beberapa guru di Makkah, 1902-1904

Karir:
- Khatib Amin di lingkungan Kesultanan Yogyakarta
- Khatib Masjid Besar Yogyakarta
- Guru Agama Islam di OSVIA Magelang dan Kweekschool Jetis Yogyakarta.
- Pendiri sekolah guru Madrasah Mu'allimin (Kweekschool Muhammadiyah) dan Madrasah Mu'allimat (Kweekschool Istri Muhammadiyah)

Organisasi:
- Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah
- Aktif di Jam'iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam, dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad saw.

Penghargaan:
Pahlawan Nasional (Surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961).

Sumber:
Muhammadiyah.or.id

*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
INGIN MENDAPATKAN DOLAR?.........SAYA SUDAH BUKTIKAN!!!!!!!!!!!
Caranya?
Klik semua Iklan PTC Atau Banner di Bawah ini satu persatu, kemudian Daftar....( Gratis Bro ).....Setelah Daftar Log In.....
Setelah Log In........Klik View Ads......Kemudian Klik Link satu per satu....tunggu sebentar.......Setelah paling atas muncul tulisan ( CLICK "9" ) klik angka nomor 9 dan seterusnya.......Dolar sudah kita dapat Bro.....gampang kan?........

Untuk mencairkan Dolar yang sudah kita dapat, kita harus mempunyai rekening PAYPAL. Daftar Paypal disini